• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Listrik Nyala Warga Bajo Mengaku Baru Merdeka

21 April
13:01 2017
2 Votes (5)

KBRN, Dompu: Harapan masyarakat Kepulauan Bajo, sebuah pulau kecil di Teluk Saleh, Desa Kwangko, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat untuk menikmati Listrik akhirnya terwujud. Program listrk masuk desa, mengantarkan program ini ke tiga dusun penghasil Rumput laut ini.

Direktur Bisnis Regeonal Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri, Jum’at (21/4/2017), mengatakan untuk tahap awal penyambungan ini dilakukan kepada 120 Kepala Keluarga. PLN memberikan kapsitas listrim mencapai 450 KK dan bisa dinikmati 24 jam non stop. 

“Melistriki Pulau Bajo merupakan program listrik desa tahun 2016. Dimulai sejak Oktober 2016, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kilovolt (kV) sepanjang 4,1 kilometer sirkuit (kms) untuk melistriki pulau tersebut,” katanya. 

Sepanjang 150 meter sirkuit (ms), lanjut dia, diantaranya melintasi perairan Teluk Saleh yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Pulau Bajo. Program ini juga untuk mengupayakan peningkatan rasio elektrifikasi yang nantinya akan menyentuh langsung kepada seluru masyarakat di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Desa Kwangko Syaiful Baharuddin mengakui dengan dialiri listrik di salah satu wilayahnya, warga baru merasakan kemerdekaan yang hakiki. Bertahun- tahun dari sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa, warga di tiga dusun yang terpisah tiga pulau ini, meminta pemerintah membantu aliran listrik ke wilayahnya.

“Alhamdulillah, sampai sebagian warga berucap saat ini baru kita merasakan kemerdekaan yang hakiki. Bukan hanya 100 persen, bahkan seribu persen,” katanya bersyukur.

Hadrinya listrik diwlayahnya ini, diharapkan akan menbamha kesejahteraan bagi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan ini. Jika sebelumnya, sleuruh hasil tangkapannya dijual, dengan adanya listrik masuk ke kampungnya, sebagian hasil tangkapannya akan disimpan di lemari es.

“Sejak mendapat kabar listrik akan nyala, sepekan ini warga berbondong-bonding membeli lemari es dan freezer,” tambahnya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Nabil (12), siswa kelas 5 SD Negeri 5 Manggalewa yang berlokasi di Pulau Bajo.

"Senang, malam sudah tidak gelap lagi. Bisa belajar malam, nonton TV juga." kata Nabil.

Pada tahun 2016 rasio elektrifikasi di Provinsi NTB mencapai 77,68 persen dari target 75,90 persen. Sementara saat ini rasio elektrifikasi telah mencapai 78,92 persen. PLN menargetkan pada tahun 2020 rasio elektrifikasi dapat mencapai 92,75 persen.  

Untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi NTB, dalam beberapa tahun ke depan PLN akan membangun beberapa pembangkit baru, antara lain PLTGU Lombok Peaker berkapasitas 150 MW, PLTMG Sumbawa berkapasitas 50 MW, PLTMG Bima 50 MW, PLTU Lombok dan PLTU Lombok 2 masing-masing berkapasitas 2x50 MW.

Selain itu, pada tahun 2017, PLN juga akan membangun jaringan kabel bawah laut untuk melistriki Gili Gede, Lombok Barat. Pembangunan kabel laut ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017.

“Harapannya pada tahun 2020 rasio elektrifikasi bahkan sudah di atas 95 persen,” tutup Machnizon Masri. (Din/AKS)

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI Mataram di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima, NTB. // WA :0813-5362-5075 // email : mujtahidin@rri.co.id. / didin74dompu@gmail.com // twitter : @didin_rri. // Telegram : @didin_rri_Mataram.

  • Tentang Editor

    Agus K Supono

    Redaktur Puspem

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00