• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Kampung Adat Cireundeu Cimahi Dikembangkan Menjadi Destinasi Wisata

20 April
21:55 2017
2 Votes (5)

KBRN, Cimahi :  Pemandangan yang indah dan adat istiadatnya yang santun, menjadi salah satu ciri yang membuat  Kampung Adat Cireundeu yang berlokasi di Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi menjadi sangat istemewa.

"Kampung Adat Cireunde memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi pariwisata Kota Cimahi bahkan Jawa Barat. Selain memiliki kultur yang unik dan lengkap yang bisa mendatangkan wisatawan, kampung adat Cireundeu juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakatnya," terang Kepala Sub Bidang Pengembangan Sadar Wisata Kementrian Pariwisata Arum Damarintyas kepada wartawan di Cimahi, Kamis (20/4/2017).

Ditemui disela kegiatan Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Kampung Adat Cireundeu Leuwigajah Cimahi siang tadi, Arum mengatakan, Kampung Adat Cireundeu sangat berpotensi.

"Kedepannya wisatawan tidak hanya datang ke bandung, menginap di Bandung, belanja, makan, jalan-jalan dan mengahabiskan uang di Bandung saja, tapi harapan kami, wisatawan juga bisa menghabiskan waktunya di Cimahi juga menginap dan menghabiskan uang di Cimahi juga," imbuhnya.

Menurut Ambar, dalam kegiatan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona ini pihaknya ingin mendorong Dinas Pariwisata baru Pemkot Cimahi untuk mempersiapkan masyarakatnya dalam mengimplementasikan sapta pesona di daerahnya masing-masing. 

"Mempersiapkan masyarakat yang sadar wisata agar siap menerima kunjungan wisatawan. Selain menjadi sumber PAD pemerintah, dari kegiatan wisata itu juga diharapkan dapat menambah perekonomian masyarakatnya," ucapnya

Ambar menyebutkan, Kampung Adat Cireundeu dinilai sangat berpotensi untuk mendatangkan wisatawan, karena memiliki kebudayaan yang unik yang masih dipertahankan sampai saat ini. Kampung Cireundeu juga memiliki ketahanan pangan yang baik dengan memanfaatkan singkong sebagai makanan pokok masyarakatnya. 

Namun Ambar sangat menyayangkan, sebab pengembangan destinasi memiliki kelemahan diantaranya masalah infrastruktur jalan, amenitas (homestay) dan aksesibilitas. 

"Ini harus bersinergi dengan kementrian lain, bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata setempat. Seperti pembangunan infrastruktur jalan oleh Kemen PU Pera, home stay oleh Kemendes, dan akses oleh Kemenhub," tandasnya.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi X DPR RI  Junico Siahaan mengatakan, selain melakukan pengawasan kinerja pemerintah, pihaknya juga ikut mendorong gerakan sadar wisata agar jumlah turis baik di dalam negeri maupun dari luar bertambah serta menjadikan wisata sebagai sumber pendapatan pemerintah maupun masyarakatnya. 

"Mendorong masyarakat menjadi bagian dari industri wisata itu sendiri, menjadikan sebuah budaya baru seperti di Bali. Ini akan sulit mendatangkan wisatawan jika masyarakatnya tidak siap, jadi gerakan sapta pesona ini dalam rangka menyiapkan masyarakat Cireundeu," jelasnya.

Menurut Nico Kampung Adat Cireundeu memiliki budaya lokal yang kuat, kuliner yang khas, rumah adat, tata sosial yang dipertahankan, hukum adat, serta strata sosial, sehingga menjadikan Cireundeu berpotensi untuk dijadikan destinasi wisata Kota Cimahi.

"Sebagai desa wisata Kampung Adat Cireundeu sudah lengkap, bahan dasar sudah sempurna tinggal nanti apa yang akan dikembangkan (dijual) sebagai unggulannya apakah ekonomi kreatifnya atau yang lainnya," imbuhnya.

Selama ini, Pemerintah Kota Cimahi tidak memiliki Dinas Pariwisata, baru terbentu 3 bulan lalu sehingga Nico menilai wajar bila peran pemerintah sangat rendah dalam mengembangkan wisata di Cireunde, sehingga pemerintah bisa mendorong dan menjadikan Kampung Adat Cireundeu sebagai destinasi wisata.

Sementara Abah Asep Abbas  Tokoh Kampung Adat Cireundeu mengatakan, dengan adanya Dinas Pariwisata di Kota Cimahi, pihaknya mengharapkan ada tindaklanjut yang lebih lengkap dari Pemkot Cimahi dalam menyentuh budaya dan mengarahkannya pada pengembangan pariwisata. 

"Bila disentuh dengan baik, Cireundeu akan lebih tertata infrastrukturnya, dan eco edu wisatanya, tetapi kami tetap berharap Kampung Adat Cireundeu tetap original," kata Asep menandaskan. (AH/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00