• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Hirup Pikuk Pilkada DKI Berakhir Happy Ending

20 April
17:44 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua pada 19 April 2017, berlangsung dengan sukses, aman, kondusif dan lancar.

Berdasarkan hasil hitung cepat (Quick count), pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Pengamat Sosial, Adang Jumhur mengatakan hiruk pikuk pilkada DKI putaran kedua berakhir dengan meninggalkan kesan positif. Masyarakat DKI benar-benar dewasa dalam menyikapi hasil pilkada.

“Hirup pikuk pilkada berakhir dengan happy ending karena apa yang dikhawatirkan dan diresahkan sebelumnya dengan pengamanan begitu banyak ternyata aman. Ini menunjukan masyarakat Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya dewasa menyikapi hasil pemilu dan pilkada. Ini patut disyukuri kedewasaan masyarakat,” kata  Adang Jumhur, dalam perbincangan bersama Radio Republik Indonesia, Kamis (20/4/2017).

Dia juga mengapresiasi sikap yang ditunjukan oleh oleh peserta pilkada dalam menyikapi hasil hitung cepat. Baginya Anies dan Ahok telah menujukan sikap kenegarawanan. Anies dan Sandiaga yang dinyatakan unggul dalam hitung cepat, tidak berlebihan dalam meluapkan  kegembirannya. Sikap kenegarawanan para calon, harus dicontoh para pendukung.

“Yang kalah mengakui dan nyaris tidak menolak dengan membabi buta karena perolehan jaraknya jauh. Ini patut diapresiasi. Mereka adalah negerawanan yang menerima realitas. Kita yang bawah bisa meneladani figur. Tugas pasangan calon mensosialisasikan dan menyadarkan relawannya”.

“Saya kira pernyataan Pak Ahok menarik amanah dari Tuhan. Pak Ahok mengatakan ‘Dia lah yang memberi dan Dia yang mengambil’. Ini patut diapresiasi. Mudah-mudahan ini menjadi cair dan pendukung menyadari bahwa kekuasaan bukan segala-galanya,” tegasnya.

Pilkada yang mendapatkan perhatian dari negara lain, juga diharapkan menumbuhkan kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia, karena kondisi politik dan keamanan, stabil.

“Implikasi menumbuhkan kepercayaan dari investor. Yang diduga sebelumnya menimbulkan gejolak, ternyata tidak. Tidak ada alasan bagi investor untuk menanamkan investasi di Tanah Air karena kondisinya kondusif dari segi kedewasaan politik,” ujarnya. (Sgd/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00