• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kejari Ternate Mulai Lidik Dugaan Korupsi Samsat

20 March
20:19 2017
0 Votes (0)

KBRN, Ternate : Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate mulai melidik kasus dugaan korupsi di kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Ternate tahun 2015 senilai Rp 5 milir.

Kepala Kejari Ternate Andi Muldani Fajrin mengatakan pihaknya telah lama menemukan ada indikasi korupsi di kantor Samsat. Namun, pihaknya masih memberikan kelonggaran waktu untuk mengembalikan kerugian negara. 

“Tapi kerugian negara tidak dikembalikan, padahal deadline waktunya itu saya berikan satu tahun. Karena tidak ada itikad baik untuk kembalikan kerugian negara maka saya terbitkan surat perintah agar kasus ini diproses,” ungkap Andi saat ditemui di kantornya, Senin (20/3/2017).

Asisten Pidana Khusu (Aspidsus) Kejari Arsito Johar mengatakan dalam kasus tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi untuk dimintai keterangan.

“Iya, sekarang kami lagi tangani kasus itu, tapi statusnya masih penyelidikan. Jadi mereka yang dipanggil itu untuk dimintai keterangan,” terangnya.

Arsito menambahkan, pihaknya masih akan memanggil beberapa saksi lagi untuk dimintai keterangan.

“Yang kami panggil ini adalah mereka yang diduga mengetahui anggaran Rp 5 Miliar Rupiah itu,” ujarnya.

Sesuai pantauan Reporter RRI, dalam kasus tersebut, penyidik Kejari pada Senin (20/3/2016) siang tadi telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yakni Ahmad Karim (mantan Kadis Penda), Fitria (Staf di Samsat) dan salah satu staf di Samsat.

Terpisah, Kepala Tata Usaha (KTU) Samsat Ternate, Nurmida menyatakan dalam kasus tersebut, pihaknya sudah beritikad baik dengan mengembalikan sebagian kerugian negara.

“Kami sudah kembalikan kerugian negara, tapi baru sekitar Rp 100 juta,” katanya.

Nurmida mengaku pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke Kejari Ternate.

“Tapi kami akan selalu kooperatif dan menyerahkan kasus itu sepenuhnya ke Kejari,” pungkas Nurmida. (Ir-One/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00