• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Ciptakan Inovasi Prodak Unggulan Daerah, IWAPI Bengkulu Gandeng Perbankan dan Dokter Gizi

20 March
18:37 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan AFTA, pelaku usaha tidak bisa hanya mengandalkan modal seadanya, tetapi membutuhkan suntikan dana segar dengan nilainya memadai untuk mengembangkan usaha, agar bisa lebih unggul, tumbuh, maju dan berkembang. 

Salah satu organiasi wanita yang tergabung dalam Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Propinsi Bengkulu yang bergerak dalam berbagai bidang usaha, berupaya untuk mengandeng pihak perbankan yang ada di Bengkulu.

Ketua Umum DPD IWAPI Propinsi Bengkulu Trisna Anggraini disela-sela sosialiasi yang dilakukan Bank Danamon kepada pengurus dan anggota IWAPI Bengkulu mengatakan modal usaha dalam mengembangkan suatu usaha sangat diperlukan, apalagi untuk menciptakan suatu prodak daerah yang inovatif dan berdaya saing dipasaran.

“Untuk mengembangkan usaha yang kita jalankan mau tidak mau membutuhkan modal usaha. Modal usaha itu, akan digunakan untuk menciptakan sebuah prodak makanan dan minuman dari Jeruk Kalamansi,” ujarnya, Senin (20/3/2017).

Selain itu dikatakan Trisna, untuk memberikan jaminan mutu dan gizi terhadap prodak yang akan dihasilkan, pihaknya juga telah mengandeng salah seorang Dokter Kesehatan Gizi Hendri Bustaman.

“Kita ingin ada prodak yang dihasilkan layak, mumpuni, teruji dan terjamin. Sehingga kita tidak perlu observasi lagi dalam memilih prodak seperti jeruk, karena kita sudah mengandeng ahli kesehatan dalam pengolahannya,” katanya.

Lebih jauh mengenai agunan yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku usaha untuk perbankan, dijelaskan Trisna, pola pikir seorang pelaku usaha yang ingin maju dan berkembang, penyediaan agunan untuk pihak perbankan, mau tidak mau harus tersedia.

Hanya saja diharapkan agunan yang diminta pihak perbankan, agar tidak sampai terlalu memberatkan pelaku usaha, seperti dari IWAPI Bengkulu yang bidang usaha yang akan dijalankan bukan pada pengolahan Jeruk Kalamansi saja, melainkan juga bisa prodak lainnya.

“Masalah jaminan agunan untuk perbankan yang menjadi problem pelaku usaha selama ini, khusus kepada pihak bank yang menjadi mitra kerja IWAPI agar tidak sampai memberatkan,” harapnya.

Kendati demikian ditambahkan Trisna, langkah yang dilakukan pihaknya ini semata-mata untuk menunjukan seorang wanita itu, bisa ulet dalam bekerja. Tetapi tetap tidak melupakan kodrat-nya sebagai seorang ibu dari anak-anaknya yang takut bermasalah dengan hukum.

“Kita menargetkan untuk mendapatkan modal usaha ini tidak pada satu bank saja. Tetapi minimal empat bank. Mengingat dengan keanggotaan IWAPI cukup banyak dan bergerak dalam berbagai usaha, bekerjasama dengan empat bank, mereka bisa memilih bank mana yang bisa digandeng dalam mendapatkan modal, untuk pengembangan dan kemajuan usaha yang dijalaninya masing-masing,” tutupnya. (rep/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00