• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Teror Harimau Sumatera Resahkan Warga Palembayan Agam

20 March
18:15 2017
5 Votes (3.2)

KBRN, Agam : Warga di Jorong Palembayan Tangah dan Jorong Lampeh Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam dihantui teror serangan Harimau Sumatera yang beberapa hari lalu sempat memakan seekor kambing milik masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberadaan Harimau Sumatera ini berpindah tempat. Harimau awalnya diketahui menerkam kambing masyarakat di Jorong Palembayan Tangah, Nagari Ampek Koto. 

Harimau Sumatera pemangsa ternak itu terdeteksi terakhir kali berada di sekitar hutan yang menghubungkan Jorong Lampeh dan Jorong Palembayan Tangah, tepatnya di Sawah Liek, dekat BKSDA Agam memasang kandang perangkap.

Kini, Jorong dengan penduduk mencapai 700 jiwa itu, hidup dibawah bayang-bayang ketakutan. Sebab, warga mengaku sempat melihat harimau yang diperkirakan berusia sekitar 3 tahun dengan panjang mencapai 2 meter itu masih berkeliaran di sekitar lokasi.

Wali Jorong Palembayan Tangah Khairul Amir mengatakan kejadian ini diketahui saat memberi pakan untuk kedua ekor kambing miliknya di kandang yang berada di belakang rumah pada Kamis (16/3/2017), sekitar pukul 07.00 WIB.

"Sesampainya di kandang, badan kambing sudah habis dimangsa harimau dan hanya menyisakan bagian kepala dan empat kaki. Sementara anak kambing masih hidup dan tidak mengalami luka-luka," jelasnya.

Khairul Amir menduga kambing ini dimangsa harimau karena di lokasi ditemukan jejak telapak kaki binatang buas itu. Setelah itu, pihaknya langsung memberitahukan peristiwa ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam.

Sementara Kepala BKSDA Agam Syahrial Tanjung mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan jejak ke lokasi.

"Petugas memastikan apakah jejak yang ditemukan warga memang telapak kaki harimau," katanya.

Menurutnya, harimau yang memangsa kambing ini berkemungkinan Harimau yang memangsa kerbau warga di Cubadak Lilin, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan pada Rabu 22 Februari 2017, dan di Sungai Buluh, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur pada Rabu 1 Maret 2017, serta beberapa daerah lain.

"Ini berhubungan bahwa Harimau tersebut sedang mencari lokasi buruan baru setelah berpisah dengan induknya," ujarnya.

Untuk meminimalisasi kasus tersebut, BKSDA Resor Agam telah memasang jerat di Marambuang Kecamatan Palembayan.

Selain itu, mengimbau warga untuk tidak menggembalakan ternaknya di kawasan Hutan Cagar Alam Maninjau, karena di daerah itu merupakan habitat Harimau Sumatera.

"Kita juga mengimbau warga tidak mengganggu habitat harimau dengan cara merusak hutan, berburu rusa, kijang dan lainnya di lokasi itu," tukasnya. (YPA/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00