• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dekati Permukiman Penduduk, Buaya Besar Ditangkap Warga

20 March
17:39 2017
0 Votes (0)

KBRN, Kendari : Seekor buaya berukuran besar ditangkap warga di kali Wanggu Kota Kendari karena dianggap bisa membahayakan keselamatan warga, Senin (20/3/2017). 

Ukuran buaya ini sekitar 4,3 meter dan lingkar perut 80cm. Buaya ini biasa muncul di kali Wanggu dekat pemukiman warga di lorong perintis kelurahan Kambu, baik siang hari untuk berjemur maupun malam hari untuk mencari mangsa. 

Salah seorang warga yang ikut menangkap buaya, Adhan menjelaskan, buaya ini ditangkap dengan cara membuat percikan di air. Tidak lama kemudian buaya tersebut muncul dipermukaan lalu dijerat menggunakan tali tambang.

Menurut Adhan, awalnya mereka hanya bertiga, namun tidak lama kemudian datang puluhan warga yang ikuti membantu.

“Sekitar jam 6 sore, ada yang berteriak kita langsung muncul untuk kita tangkap,” tutur Adhan.

Buaya tersebut kemudian di bawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara. Humas BKSDA Sultra Prihanto menjelaskan, rencananya buaya tersebut akan dipindahkan ke Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai di Kabupaten Konawe Selatan karena di taman nasional tersebut merupakan habitat alami buaya muara.

“Domain BKSDA memang untuk melakukan pelestarian itu, karena ini sudah diselamatkan oleh masyarakat makanya kita lepas liarkan ke alamnya,” ujar Prihanto.

Menurut Prihanto, kali Wanggu sebenarnya merupakan habitat buaya muara sejak dulu, namun karena sepanjang aliran kali sudah banyak dihuni penduduk, maka dikhawatirkan buaya tersebut bisa menyerang masyarakat.

Penangkapan buaya di kali Wanggu bukan yang pertama kalinya. BKSD Sultra sudah beberapa kali menerima buaya hasil tangkapan warga namun ukurannya lebih kecil. 

Di kali Wanggu ini masih terdapat beberapa ekor buaya, bahkan ada buaya yang ukurannya lebih besar lagi. Masyarakat yang melakukan penangkapan harus menyerahkan ke BKSDA untuk dipindahkan ke habitat alaminya. (FM/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00