• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Gor Mahesa Jenar, Jadi Pusat Kesenian

14 March
14:52 2017
0 Votes (0)

KBRN, Purbalingga: Dalam rangka melestarikan kebudayaan lokal, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyediakan sarana tempat maupun peralatan bagi pegiat seniman dan budayawan di Gor Mahesa Jenar. 

Tahun ini, Purbalingga sudah mengagendakan untuk merenovasi Gor Mahesa Jenar agar dapat dijadikan sebagai tempat pembinaan kebudayaan daerah.

Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengatakan pihak pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk andil dalam menjaga kebudayaan Jawa. 

Hal ini dimaksud agar budaya daerah tetap lestari sehingga tidak mudah tergerus munculnya budaya barat yang sudah merambah di seluruh lapisan, tambahnya.

“Tujuannya adalah untuk nguri-nguri budaya lokal,” kata Tiwi saat membuka Pelatihan Pembina Karawitan dan Sindenan serta Workshop Wayang di Aula Soedirman Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Selasa (14/3/2017).

Tiwi mengungkapkan rencana renovasi Gor Mahesa Jenar ditujukan untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi para pemuda dalam mengisi waktu luangnya. 

Tiwi berpesan agar para pegiat seni dan budaya untuk terus melestarikan kesenian daerah dan memperkenalkan kepada para pemuda agar tidak hilang.

“Pada hari ini saya mengajak semuanya untuk melestarikan kesenian lokal kita khususnya karawitan, sinden dan wayang agar bisa disosialisasikan kepada generasi muda agar tetap membumi,” pesannya.

Pemerintah sudah menganggarkan untuk pembelian seperangkat gamelan yang akan dibagikan pada seluruh kecamatan di Purbalingga. Ini sebagai wujud pembinaan dari pemerintah sebagai upaya menjaga kesenian daerah dan meningkatkan kualitas seni dan budaya yang dimiliki. Selain itu juga meningkatkan kecintaan pemuda terhadap budaya lokal, imbuhnya
.
“Saya menyambut baik adanya pelatihan ini, selain untuk melestarikan budaya daerah juga untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya lokal,” jelasnya.

Kabid Pembinaan Kebudayaan Dindikbud Purbalingga, Sri Kuncoro menyampaikan tujuan pelatihan ini yakni sebagai upaya penyelamatan warisan seni budaya bangsa khususnya seni budaya lokal.  Narasumber pelatihan dan workshop ialah akademisi dan praktisi dari ISI Surakarta juga seniman asli banyumasan.

Pelatihan ini diikuti 100 orang pembina karawitan dan sindenan juga pelajar berbakat. 
Peserta workshop wayang sebanyak 40 orang yang terdiri dari dalang muda perwakilan dari kecamatan di Purbalingga. 

Pelatihan pembina karawitan dan sindenan diselenggarakan selama lima hari (14 samapai 18 Maret 2017) sedangkan workshop wayang diadakan selama dua hari (17-18 Maret 2017). (spj/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00