• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Perempuan Dituntut Aktif Kuatkan Peran di Bidang Politik

17 February
21:51 2017
0 Votes (0)

KBRN, Palangkaraya : Perempuan harus aktif dalam menguatkan perannya dalam berbagai proses politik karena segala kebijakan yang menentukan arah pembangunan bangsa Indonesia ada di tangan parlemen. Keterwakilan perempuan di parlemen adalah hal yang sangat penting karena akan mempengaruhi proses kebijakan dan mempengaruhi perubahan yang lebih baik bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran yang dibacakan Wakil Gubernur Said Ismail dalam Pelantikan Pengurus Kaukus Perempuan Parlemen Kalteng, Jumat (17/2/2017). Dijelaskan Gubernur muda ini , perempuan memiliki pemahaman yang lebih terkait masalah responsive  gender daripada laki-laki. Menurut Gubernur, jika banyak perempuan masuk parlemen maka kekuatan dan dinamika poltik akan menjadi lebih baik. Gubernur juga berpandangan, perempuan adalah basis suara yang begitu besar dan terlalu sayang jka tidak menjadi sasaran strategis untuk meraih dukungan. Ia menekankan  pemikiran perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki laki. Jika perempuan mendapatkan kesempatan dan peran yang seimbang dengan laki laki maka potensi Sumber Daya Manusia Indonesia menjadi lebih besar . Hal tersebut tentunya akan  menguntungkan Negara  dan memberi manfaat bagi pembangunan bangsa.

“Perempuan juga diminta untuk  aktif berkontribusi dan berkontestan dalam politik guna mendapatkan hak dan perlindungan  yang seharusnya mereka dapatkan”

Lebih jauh dijelaskan keterwakilan politik kaum perempuan berarti meningkatkan keefektifan mereka dalam mempengaruhi keputusan politik. Namun dengan  menjamin hak perempuan dan masyarakat luas serta memanfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan mendukung perempuan menjadi calon legislative  akan menjadi inspirasi bagi permpuan lain untuk terlibat dalam berperan dalam dunia poltik. (NATA/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00