• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

HKTI Berupaya Bantu Petani Terkait Anjloknya Harga Ketan di Tingkat Petani

17 February
19:32 2017
1 Votes (4)

KBRN, Subang : Anjloknya harga gabah jenis ketan di Kabupaten Subang saat ini, karena dipengaruhi faktor melimpahnya hasil panen ketan, akibat banyaknya petani Subang yang menanam ketan, yang mencapai luas diatas 12 ribu hektare, dan ditutupnya kran eksport ketan ke Luar Negeri.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Subang, H. Aceng Kudus menyatakan, Petani yang menanam Ketan di musim tanam gadu tahun 2016 lalu, tergiur dengan tingginya harga ketan pada saat itu, yang harganya bisa mencapai Rp1 juta perkuintal, sehingga memicu para Petani, untuk menanam ketan, sekaligus berdampak terhadap turunnya harga ketan ditingkat Petani, yang menembus hingga ke level Rp300 ribu perkwintal.

"Karena banyak Petani yang tertarik dengan harga ketan, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga padi, begitupun produksi ketan,bisa dua kali lipat dari produksi padi, dan dua tahun terakhir harga ketan itu bertahan di harga Rp1 juta perkwintalnya," ujar H. Aceng kepada Radio Republik Indonesia di Subang, Jum'at (17/2/2017).

Turunnya harga ketan saat ini kata Aceng, sesuai dengan hukum pasar, jika produksi melimpah, maka hargapun mengalami penurunan, dan itu juga berlaku terhadap ketan yang di produksi para petani Subang saat ini.

Sementara itu lanjut Aceng, upaya HKTI untuk mengantisifasi semakin melemahnya harga ketan saat ini yaitu, dengan melakukan loby-loby, dengan para eksportir dan Pemerintah, guna mencari solusi, agar ketan petan bisa terserap dan petani tidak merugi.

"HKTI sekarang sedang berupaya melakukan loby-loby, agar para eksportir dan Pemerintah menyerap ketan dari para Petani," tandas Aceng. (RE/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00