• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Kapolri Tito : Saya Terkesan Dengan Unsyiah

17 February
18:54 2017
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terkesan dengan kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, hal tersebut disampaikanya saat mengisi kuliah umum di gedung AAC Dayan Dawood Darussalam Banda Aceh di hadapan Rektor Unsyiah dan para mahasiswa yang hadir pada kuliah umum tersebut, Jumat (17/2/2017).

Menurutnya ada beberapa hal yang membuatnya tertarik dengan universitas berjulukan "Jantong Hate Rakyat Aceh" ini.

"Ada beberapa hal yang membuat saya terkesan dengan kampus Unsyiah ini, saya melihat dari sisi fisik bangunan yang cukup tertata rapi, auditorium ini bagus," ujar Kapolri Tito Karnavian disambut tepuk tangan para peserta kuliah umum.

Dia menceritakan saat ia menimba ilmu di beberapa negara seperti di Inggris dan Singapura, bangunan sekolah pendidikan di sana juga tidak jauh berbeda dengan bangunan di Unsyiah.

"Saya pernah sekolah di Inggris dan Singapura, saya melihat Unsyiah ini punya kondisi fisik bangunan tidak jauh berbeda dengan sekolah saya di luar negeri," ungkapnya.

Artinya, ucap Kapolri, kampus Unsyiah ini menjadi representatif untuk tingkat nasional bahkan internasional. 

"Kita tidak kalah," ujarnya.

Kesan lain yang diutarakan mantan Kapolda Papua ini juga pada sisi program pendidikan dengan menyajikan fakultas yang beragam.

"Fakultas yang ada juga sangat beragam, malah fakultas kedokteran hewan satu-satunya yang ada di pulau Sumatera, yaitu di Unsyiah," katanya.

Kapolri menyebutkan, keberadaan Unsyiah di Aceh ini harus menjadi pendorongan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas untuk Aceh dan bangsa Indonesia.

"Ini memberikan keyakinan kepada saya bahwa dengan keadaan Unsyiah seperti ini menjadi faktor pendorong untuk Aceh dan bangsa Indonesia. Karena pendidikan jauh lebih penting. Saya pikir peningkatan SDM lebih penting dibandingkan peningkatan SDA," sebutnya.

Dia mencontohkan negara Singapura, dengan jumlah penduduk yang tidak terlalu banyak, serta sumber daya alam yang terbatas, namun negara ini maju dibandingkan negara lain di Asia termasuk Indonesia.

"Kita melihat bagaimana suatu negara bisa maju, itu dari kualitas SDM. Melihat Syiah Kuala seperti ini saya yakin bahwa Aceh akan maju, tinggal memperbaiki sistem, dan kita cari modal agar para investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Aceh," tambahnya lagi.

Kuliah umum bertema "memantapkan demokrasi dan memperkuat negara kesatuan Republik Indonesia dari Aceh untuk Indonesia" ini juga dihadiri oleh para pejabat pemerintah, seperti anggota komisi III DPR RI Nasir Djamil, Sekda Pemerintah Aceh, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda dan sejumlah pejabat Forkopimda Aceh. (Mj/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00