• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Jaga Pasar Dalam Negeri, Bea Cukai Entikong Batasi Impor Gula di Perbatasan

17 February
17:18 2017
4 Votes (4.3)

KBRN, Entikong : Bea Cukai Entikong berencana membatasi importasi gula dari Malaysia per 1 Maret 2017 mendatang. Pembatasan importasi gula ini untuk melindungi usaha perkebunan tebu, industri pengolahan gula dan pasar di dalam negeri. Mulai 1 Maret 2017 nanti, pemasukan gula dari Malaysia maksimal 1 karung atau seberat 50 kilogram per Kartu Identitas Lintas Batas (KILB).

“Jadi begini, sekitar Agustus 2016 lalu kami sudah menyampaikan sosialisasi tentang penurunan jumlah impor gula yang masuk melalui Border Entikong. Dalam perhitungan kami, pemasukan gula ini sudah melampui kebutuhan masyarakat Entikong dan Sekayam. Ini juga dikuatkan dengan surat dari Dinas Perdagangan Provinsi Kalbar yang menyatakan, kebutuhan gula di Entikong dan Sekayam itu 65 ton untuk satu bulan,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Entikong, Souvenir Yustianto, Jumat (17/2/2017).

Data di Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat mencatat, pemasukan gula yang melewati Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau selama tahun 2016 sebanyak 17 ribu ton atau sekitar 1.416 ton per bulan. Jumlah ini dinilai tidak rasional dengan kebutuhan gula per individu penduduk Entikong dan Sekayam.

“Pembatasan importasi gula ini juga berasal dari hasil kesepakatan kami (Bea Cukai-Red) dengan perwakilan masyarakat yang disaksikan DPRD Kabupaten Sanggau waktu itu, jadi kami tidak asal membatasi saja tanpa pemberitahuan dan sosialisasi terlebih dulu. Kami berkeinginan pemasukan gula dari seberang (Malaysia-Red) itu sebanyak 12 kilogram per KILB, tapi masyarakat menolak,” ucapnya.

“Tapi berdasarkan data-data yang masuk ke Kanwil Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat tentang kebutuhan gula di Entikong dan Sekayam dan hasil koordinasi dengan banyak pihak, berdasarkan penelitian mendalam selama beberapa bulan ini, berdasarkan referensi kesehatan dan surat Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, maka diambilah kebijakan impor gula itu satu KILB sebanyak-banyaknya satu karung,” pungkas Souvenir. (DW/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00