• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ratusan Hektar Lahan Jagung Diserang Hama Tikus Petani Terancam Gagal Panen

17 February
12:29 2017
0 Votes (0)

KBRN, Dompu : Serangan hama tikus di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengancam komoditi jagung yang menjadi unggulan Kabupaten ini. Sanitasi dan pembersihan lahan, disebut menjadi penyebab berkembang biaknya hama tikus dilahan pertanian.

Ratusan hektar lahan jagung di Kabupaten Dompu, terancam gagal panen akibat serangan hama tikus itu. Lahan-lahan pertanian komoditi jagung yang parah berada di Kecamatan Hu’u, Manggelewa dan Kecamatan Woja. Serangan hama tikus itu hanya menggerogoti tanaman jagung petani dipinggir-pinggir pematang. 

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Dompu H Fatkhurrozi mengatakan, persoalan pembersihan lahan yang tidak sempurna, menyebabkan serangan hama tikus ini. Upaya pembersihan hama tikus mulai dari penyeprotan herbisida hingga pada pengasapan, terus dilakukan. 

“Untungnya, beberapa lahan tanaman jagung itu saat ini kondisinya sudah berbuah, sehingga dampaknya tidak terlalu besar,” katanya, Jum’at (17/2/2017). 

Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Dompu, Wildan Haris meminta pemerintah, terutama Dinas Pertanian Kabupaten Dompu, tidak menganggap persoalan ini enteng. Mencari akar sebab dan segera melakukan upaya pemberantasan jauh lebih cepat untuk menghindari kerugian petani. Wildan Haris mengakui, serangan hama tikus ini merupakan siklus tahunan yang setiap 10 tahun melanda Kabupaten Dompu.

“Kita tahu ini merupakan siklus 10 tahunan, tapi sebetulnya pemerintah dan petani bisa mengatisipasinya,” jelasnya.

Pencegahan, lanjut dia, jauh lebih baik dari pada pemberantasannya. Dengan melakukan pencegahan, antisipasi serangan hama tikus itu bisa dihindari. Dibeberapa wilayah, lanjut dia antispasi sudah dilakukan, sehingga serangan hama tikus tidak sempat meluas.

Sementara itu, serangan hama tikus ini juga menyerang lahan pertanian komoditi padi. Serangan terhadap komoditi padi ini, jauh lebih parah dibandingkan dengan komoditi jagung. Beberapa lahan pertanian komoditi padi, terpaksa dikorbankan dengan cara dibakat, untuk mengatisipasi perluasan serangan hama tikus tersebut. 

Serangan hama tikus ini disebabkan pembersiahan pada saat persiapan tanam, kurang optimal. Tingginya curah hujan diawal masa taman, menjadi penyebab tingginya serangan hama tikus. Persiapan lahan dengan melakukan pembakaran bekas panen sebelumnya yang tidak optimal serta penyemprotan serta penetaan pematang sawah tidak dilakukan, sehingga serangan tikus ini dengan cepat berkembang biak. (din/DS)

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI Mataram di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima, NTB. // WA :0813-5362-5075 // email : mujtahidin@rri.co.id. / didin74dompu@gmail.com // twitter : @didin_rri. // Telegram : @didin_rri_Mataram.

  • Tentang Editor

    Dedi Sudiana

    Redaktur Puspem
    nafarel8@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00