• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

KPK Periksa Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar sebagai Tersangka

17 February
12:14 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Emir diperiksa sebagai tersangka atas kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Emirsyah diperiksa sebagai tersangka," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/2/2017).

Sejak tiba sekitar pukul 09.00 WIB, hingga saat ini proses pemeriksaan terhadap Emir masih berlangsung. Ini merupakan pemeriksaan pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (19/1/2017) lalu. Kedatangannya lebih awal diduga untuk menghindari wartawan.

KPK menetapkan Emirsyah Satar dan beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd, Soetikno Soedarjo, sebagai tersangka kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat. 

Emirsyah diduga menerima uang suap senilai jutaan dolar AS. Suap tersebut diberikan melalui dalam dua bentuk, berupa uang senilai 1,2 juta euro dan 180 ribu dolar AS, atau setara Rp20 miliar.

Selain itu, Emirsyah juga diduga menerima suap berupa barang, dan nilainya setara 2 juta dolar AS, yang kalau dirupiahkan dengan kurs Rp13.000 setara dengan Rp26 miliar.

Dengan demikian, diperkirakan total suap yang diterima Emirsyah mencapai Rp46 miliar.

Diduga uang dari Rolls-Royce tersebut agar Emirsyah, yang bertugas untuk mengadakan pesawat dan mesin pesawat, menjadikan Rolls-Royce sebagai mitra penyedia mesin pesawat.

Atas perbuatannya Emirsyah dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Soetikno dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atas Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan, mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, sempat beberapa kali memenuhi pemanggilan KPK sejak kasusnya masih dalam penyelidikan. 

Pada September 2016 lalu, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut bahwa KPK membuka penyelidikan baru mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan salah satu direktur utama perusahaan di bawah badan usaha milik negara (BUMN).

Pejabat BUMN yang dimaksud ialah Emirsyah Satar. Ia diduga menyamarkan aliran keuangan dengan membuka rekening bank di Singapura. Penyamaran aset tersebut diduga untuk menghindari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). (SHS/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00