• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Tujuh Naga Besar, Pukau Ribuan Penonton Pawai Cap Go Meh 2568 Pontianak

11 February
18:23 2017
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak: Pawai Cap Go Meh 2568 di kota Pontianak  yang dipusatkan di Jalan Gajad Mada benar-benar sangat memukau ribuan pasang mata yang menyaksikan langsung  even yang digelar setahun sekali ini. Bahkan Ribuan masyarakat yang memadati sepanjang jalan Gajah Mada Pontianak tersebut sempat terhipnotis  dengan penampilkan 7 naga besar yang dimainkan ratusan orang yang telah terlatih, baik fisik maupun performa gerakan-gerakan yang indah.

“Coba kita lihat pawai ini tambah semarak, dengan adanya penampilan barongsai, parade mobil hias, marching Band, Gege Meimei Lantern parade, pawai lampion dan Persatuan Wanita Tionghoa (Perwati) Kalbar,” ungkap Hubungan Masyarakat (Humas) Peringatan Cap Go Meh 2568  Pontianak Kalimantan Barat, Andreas Acui Simanjaya, Sabtu (11/2/2017).

Tidak hanya itu kelancaran pawai dan perayaan Cap Go Meh ini selain atas dukungan pemerintah dan masyarakat Kota Pontianak, juga  berkat keseriusan aparat kepolisian bersama pihak-pihak terkait baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat yang menyaksikan serangkaian perayaan Cap Go Meh 2568.

“Kita semua harus ingat, meskipun perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak cukup meriah disetiap tahun, namun fakta menunjukkan sebagian besar wisatawan atau pelancong, baik lokal maupun mancanegara lari ke Singkawang, karena  di Pontianak tidak ada atraksi Tatung yang memang dapat menyedot perhatian masyarakat dunia,” ujarnya.

Sementara itu, yang patut menjadi perhatian semua pihak terutama pemeintah, ditegaskan Andreas Acui bahwa daya tarik Cap Go Meh untuk wisata ini bukan hanya dilirik oleh lokal kita, tetapi juga Kuching Sarawak Malaysia sudah jauh hari  berusaha mengalihkan event ini sebagai daya tarik pariwisata  ke wilayahnya.

“Ini terbukti sekitar 4-6 tahun lalu di Kuching sudah menggelar festival naga dan barongsai yang mengundang pemain-pemain dari Indonesia, khususnya Kalbar. Akibatnya sebagaimana dua tahun lalu beberapa naga  akhirnya tidak tampil maksimal di Pontianak, karena  buru-buru akan ikut lomba di Kuching dengan hadiah ratusan juta rupiah,” paparnya.

Kami melihat meskipun tradisi ini milik masyarakat tetapi pendayagunaannya agar bermanfaat bagi pemerintah daerah adalah tugas pemerintah, sehingga acara tradisi seperti ini benar-benar dapat dijadikan event yang dapat diandalkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.  (Hermanta/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00