• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Polres Kabupaten Sorong Musnahkan 9.145 Liter Minuman Keras Lokal

11 January
22:16 2017
0 Votes (0)

KBRN, Aimas: Pemusnahan miras dipimpin langsung oleh Kapolres Sorong, AKBP Moch. Rudy Prasetyo, bersama dengan anggota dan masyarakat setempat. Pemusnahan miras dilakukan atas informasi yang diterima dari masyarakat yang mencurigai aroma yang menyengat dari aktifitas yang kurang lebih satu bulan dilakukan dilokasi penyulingan miras tersebut.

Dilokasi pertama, Kapolres bersama anggota menemukan 16 drum berukuran 200 liter dan 3 drum berukuran 1.100 liter yang berisi penuh cairan bobo. Barang bukti lainnya yang ditemukan, berupa 1 karung gula pasir, 1 karung kayu manis, dan satu dos fermipan yang digunakan untuk olahan pembuatan cairan bobo tersebut. Dibantu oleh masyarakat sekitar, tempat penyulingan miras
tersebut dibongkar dan seluruh cairan bobo di tuang dari dalam drum seluruhnya, BB lainnya ikut dimusnahkan dengan cara dilarutkan didalam genangan air.

Sementara itu, berjarak 50 meter dari lokasi pertama, tepatnya diwilayah kebun jeruk ditemukan pula tempat penyulingan yang didalamnya terdapat 18 drum berukuran 200 liter yang berisi cairan bobo, yang akhirnya dimusnahkan dengan cara ditumpahkan ke tanah dan tempat penyulingan dibongkar oleh anggota dibantu dengan masyarakat.

"Pemusnahan Miras hari ini merupakan hasil penyelidikan yang dibantu masyarakat sepanjang bulan September 2016- Januari 2017 sebanyak 9000 liter bobo yang berhasil dimusnahkan, dimana 5000 liter bobo telah dimusnahkan sebelumnya dibeberapa lokasi pemusnahan, seperti Hutan Sisipan, Hutan Majaran, Hutan Matawolot, Hutan makotyamsa Jalan Tren, Hutan KEK, sementara untuk di Hutan Klasmelek sebanyak 4000 liter bobo yang dimusnahkan bersama dengan 145 Miras CT, pemusnahan yang dilakukan merupakan hasil pengungkapan dari Polsek Salawati yang dibantu oleh Masyarakat sekitar,” ungkap Kapolres Sorong, Rabu (11/1/2017).

Kabag Ops Polres Sorong, AKP Hengky Pribadu Kristanto, S.Ik yang turut hadir dalam pemusnahan tersbut mengatakan, dari kegiatan penyulingan yang dilakukan tersebut, dapat dikenakan undang-undang pangan pasal 135, Pasal 2014 dan juga undang-undang perdagangan.

“Untuk kegiatan seperti ini, bisa kenakan undang-undang pangan, maupun undang-undang perdagangan jika terbukti melakukan perdagangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Klasmelek, Sukarto turut menyayangkan terjadinya kegiatan penyulingan diwilayahnya. Dengan dilakukannya pemusnahan oleh Polres Sorong, diharapkan tidak ada lagi kegitan penyulingan diwilayah Kabupaten Sorong, khususnya Kampung Klasmelek. (Yudhi/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00