• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Jokowi Minta Umat Islam Perangi Berita Hoax

11 January
20:50 2017
1 Votes (1)

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta agar umat Islam Indonesia bersama dengan pemerintah bergandengan tangan dalam mengatasi konflik dan melawan berita-berita bohong alias hoax yang saat ini marak terutama di media sosial (Medsos). Permintaan tersebut disampaikan oleh Joko Widodo kepada Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama Sa'id Aqil Siradj.

Presiden Jokowi Widodo juga menganggandeng organisasi massa keagamaan terbesar Nahdatul Ulama untuk mengatasi gerakan radikal yang mengatasnamakan agama Islam.

Demikian disampaikan Said Aqil Siradj usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/1/2017). Lebih lanjut Said Aqil Siradj mengatakan Presiden Joko Widodo meminta kepada umat Islam untuk kembali kepada ajaran Islam yang moderat dan toleran agar ajaran radikal tidak dapat berkembang bebas di Indonesia.

Untuk menekan pergerakan Islam radikal di dalam negeri, Nahdhatul Ulama sebagai organisasi Islam besar di Indonesia diminta untuk kembali menggalakkan peran para ulama dan kyai di tengah masyarakat.

Menurut Said Aqil Siradj, ulama memiliki peran penting sebagai pembimbing umat Islam sebagai umat terbesar di Indonesia serta dalam upaya penguatan Islam yang moderat dan toleran. 

"Indikasi fenomena mengutanya Islam radikal, itu menjadi agenda kita bersama. Bagaimana memperkuat kembali dan harus terus memperkuat. Islam moderat harus dibangun kembali dan diperkuat lagi. Peran kyai NU harus digalakkan dalam membimbing masyarakat. Menjadi penyuluh, pembimbing, guru," kata Said kepada wartawan, Rabu (11/1/2017).

Selain itu Nahdhatul Ulama juga menekankan pentingnya kurikulum pembelajaran bagi siswa  sebagai langkah jangka panjang yang dapat dilakukan untuk menghambat penyebaran ajaran radikal tersebut.

"Jangka panjangnya ya kurikulum. Bagaimana kurikulum kebangsaan kita hidupkan lagi, pancasila kita hidupkan lagi dengan semangat yang beda dari orde baru," ujarnya.

Lebih lanjut Said Aqil Siradj mengatakan saat ini terdapat perbedaan pemahaman antara para ulama yang menyebabkan semakin besarnya peluang perkembangan ajaran radikal di Indonesia. Ia menegaskan umat Islam sebagai umat beragama terbesar di Indonesia sepatutnya menyadari prinsip ajaran Islam yang toleran sesuai dengan ajarannya. (Andy Romdoni/Sgd/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00