• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Menteri Rini, Penutupan Pabrik Gula Bukan untuk Matikan Petani

11 January
20:04 2017
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo menanti penjelasan pemerintah terkait penutupan sejumlah pabrik gula. Bahkan Soekarwo mengaku siap diajak bicara membahas permasalahan itu untuk mendapatkan titik temu. 

"Ini persoalan teknis, saya masih menunggu diajak bicara karena persoalan teknis, dengan begitu kami bisa sampaikan konsep," ungkap Soekarwo, Rabu (11/1/2017).

Soekarwo mengaku telah melayangkan surat penolakan penutupan pabrik gula di wilayahnya. 

"Penutupan pabrik bakal berdampak besar. Sebab rencana itu akan mematikan penghasilan pemilik pabrik gula, karyawan, dan petani tebu," urai Pakde sapaan Soekarwo.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menyampaikan penutupan pabrik gula yang akan dilakukan bukan untuk mematikan petani. 

Ini lanjutnya sebagai upaya pemetaan sebagai bentuk peningkatan efisiensi dan berkualitas secara internasional.

"Harus dilihat betul efisiensi dan kualitasnya agar bisa mengikuti internasional, yang kita ingin lakukan, titik-titik petani tebu dimana, lahannya dimana saja, kalau pabrik masih baik akan kita revitalisasi, yang tidak, kita jalankan, sambil membangun yang baru," katanya.

Rini menyebut pabrik gula di Jawa dibangun permulaan tahun 1910an jadi ini sudah lebih 100 tahun, jika dilihat kondisi yang sudah 1 Abad, itu berarti dari segi efisiensi tidak maksimal. 

Ia menegaskan, tujuan penutupan pabrik gula bukan karena menginginkan pengangguran karena selaku BUMN memiliki tanggung jawab bersama masyarakat dan pemerintah daerah demi kesejahteraan rakyat.

"Sebagai negara, kita harus sadar bahwa memiliki produk harus kualitas internasional,  karena tujuan kita harus mampu memproduksi gula sebaik internasional. (BH/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00