• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

PLN Diminta Kaji Pelanggan tidak Mampu

11 January
17:46 2017
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Sebagaimana agenda Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pada Januari hingga Februari 2017, subsidi pelanggan listrik golongan 900 VA akan dicabut. Selain dicabut pelanggan listrik golongan 900 VA masih akan dikenai biaya pemakaian reguler untuk blok III (di atas 60 kWh) sebesar Rp 682 per kWh, blok II (20–60 kWh) sebesar Rp 582 per kWh, dan blok III (di bawah 20 kWh) Rp 360 per kWh, sementara  biaya prabayar dikenai Rp 791 per kWh. 

Kementerian ESDM menargetkan pada Mei 2017, subsidi untuk pelanggan listrik Rumah Tangga Mampu dengan daya 900 VA-RTM seluruhnya akan dicabut. Pelanggan akan dikenai biaya pemakaian reguler untuk semua blok sebesar Rp1.352 per kWh dan biaya prabayar Rp1.352 per kWh.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Konsumen dan Lingkungan (LPKL) propinsi kalimantan Barat, Burhanudin Haris Rabu pagi (11/1/2017) mengatakan, sebagaimana ketentuan dari Kementerian ESDM tersebut, biaya pemakaian akan setara dengan pengguna listrik non-subsidi 1.300 VA ke atas.

“Kami melihat kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), atau pencabutan subsidi pelanggan listrik golongan 900 VA ini, memang seharusnya dilakukan, karena jika dahulu pelanggan 450 dan 900 VA termasuk golongan tidak mampu, tetapi sekarang golongan 900 VA sudah dikategorikan mampu," ujarnya.

Mungkin saja PLN juga sudah melakukan pengkajian dan penelitian ke lapangan dan membuktikan bahwa pelanggan 900 VA rata-rata memang dianggap mampu, sehingga ingin melapaskan step by step dan munculan kebijakan yang sekarang ini.

“Namun saya minta kepada PLN disamping menetapkan 900 VA masuk golongan mampu, tetapi juga tetap harus dilihat secara cermat, kalaupun memang benar-benar tidak mampu, konsekuensinya PLN juga harus mencarikan alternatif agar mereka tetap dapat menikmati listrik,” harap Burhanudin.

 Oleh karenanya kemungkinan tersebut harus difikirkan oleh PLN yang berkepentingan untuk dapat mengkaji setiap kebijakan kelistrikan, khususnya di Kalimantan Barat. 

“Jika di era Globalisasi sekarang masih ada masyarakat yang tidak dapat menikmati listrik karena tidak mampu, dikhawatirkan juga akan terkendala dalam mengakses informasi dan komunikasi yang tentu sangat berpengaruh terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia-SDM,” pungkasnya. (Her/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00