• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Debat Pubkik Banyak Kisruh, Panwaslih Himbau Paslon Taat Aturan

11 January
17:42 2017
1 Votes (1)

KBRN, Lhokseumawe : Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Propinsi Aceh, mengajak para Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daera bersama dengan tim sukses (timses) untuk mematuhi setiap aturan yang berlaku selama mengikuti proses tahapan pilkada yang telah diatur penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Independen Pemilihan (KIP).

"Ya, harapan kita himbauan kita, mari kita sama-sama taat ya, mengikuti aturan-aturan yang sudah kita sepakati bersama sehingga tidak terjadi keributan", himbau Ketua Panwaslih Propinsi Aceh, Samsul Bahri, kepada RRI Lhokseumawe, menanggapi sejumlah kisruh yang sempat terjadi dalam debat publik para Calon Bupati dan Wakil Bupati dibeberapa Kabupaten, Kamis (11/1/2017).

Kisruh selama debat sempat terjadi di Kabupaten Aceh Utara hingga diwarnai adu mulut antara Calon Bupati Nomor Urut 2, Muhammad Nasir-Muttaqin dengan Calon Bupati Nomor Urut 4, Fakhrurrazi Haji Cut-Mukhtar (Fatar), ketika Debat baru saja berlangsung, pada Senin 9 Januari 2017.

Selain di Aceh Utara, kisruh pun kembali terjadi pada Selasa, 10 Januari 2017 di Kabupaten Pidie. Bahkan di Kabupaten itu, Debat Kandidat sampai tidak jadi dilaksanakan karena kisruh yang berkepanjangan.

Samsul Bahri mengaku sudah mendapat laporan dari Panwaslih Pidie terhadap kronologis kejadian yang mengakibatkan Debat tidak bisa berlangsung.

"Nah sebenarnya kita sudah meeting dengan timses pasangan calon sehari sebelum acara sudah sepakat. Tapi ketika acara ternyata dia gunakan atribut, kan melanggar. Nah, ketika dilanggar ada yang protes, kan. Kandidat lain protes, Itu kenapa dilanggar. Saat itu lah terjadi keributan. Kalau kami tidak boleh memakai Peci atau Kopiah hitam, maka pasangan lain juga gak boleh pakai Kopiah. Sehingga terus berlanjut akhirnya Panwas Pidie mengambil keputusan dari pada ribut sudah hentikan saja", jelas Samsul Bahri menggambarkan penyebab tertundanya Debat Kandidat.

Untuk debat kandidat yang terpaksa ditunda di Pidie itu, pihaknya sudah mengambil jalan keluar penyelesaian dengan meminta tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Polres Pidie, untuk memanggil kembali Paslon Bupati Pidie, Dandim dan Jaksa, untuk melakukan pernyataan dan menandatangi bersama kesepakatan supaya tidak ada protes memprotes berikutnya, tutup Samsul Bahri. (DY/WDA)

Rekomendasi Berita
tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00