• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Pensiunan Karyawan PTPN IX Tuntut Pembayaaran SHT

11 January
17:32 2017
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Ratusan pensiunan karyawan PT Perkebunan Negara (PTPN) IX belum menerima Santunan Hari Tua (SHT). Mereka  menuntut managemen PTPN IX memberikan SHT tersebut.

Pantauan RRI, sekitar 100 karyawan PTPN IX mendatangi kantor PTPN IX di Jalan Ronggowarsito No 164, Timuran, Banjarsari, Rabu (11/1/2017). Mereka berdatangan di kantor tersebut sejak pagi.

Tidak ada aktifitas unjuk rasa yang dilakukan ratusan pensiunan pegawai itu. Mereka hanya duduk-duduk di halaman kantor. Sebagian berupaya menemui pimpinan PTPN IX.

Para  pensiunn sempat menunggu sesaat. Akhirnya pihak PTPN IX menemui mereka di kantor. Pertemuan berlangsung tertutup.

Salah satu pensiunan, Suhardono dalam kesempatan itu mengungkapkan, kedatanganya ke kantor PTPN IX menuntut uang santunan hari tua kepada perusahaan.

“Ada 252 pensiunan yang belum menerima SHT. Yang berangkat di sini hanya perwakilan saja,” katanya.

Dia mengatakan, ratusan pensiunan tersebut berasal dari delapan pabrik gula di seluruh Jawa Tengah dan kantor PTPN IX di Solo raya.

"Mereka datang dari berbagai daerah dengan mobil, dan bus carteran. Kami kesini karena sebelumnya sudah ada kesepakatan antara PTPN IX dengan karyawan. Bahwa pembayaran akan dicicil. Tapi katanya surat kesepakatan itu hilang,” terang dia.

Suhardono mengaku sangat kecewa, karena upaya menemui jajaran direksi gagal. Sebab audiensi dilakukan dengan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) PTPN IX.

"Kami sangat ingin bertemu dengan direksi. Namun jajaran direksi tidak bisa ditemui lantaran berada di kantor pusat di Jakarta," tuturnya.

Pihaknya berharap dalam waktu satu pekan ini sudah ada kepastian dapat bertemu dengan direksi. Kami tetap akan menuntut haknya sebagai pensiunan.

"Besarnya SHT bervariasi sesuai masa kerja dan jabatan. Nilainya mencapai Rp100 hingga Rp700 Juta per orang. Sebagian SHT telah diberikan kepada karyawan mulai November dan Desember lalu. Namun kami meminta SHT dibayarkan langsung tanpa diangsur,"  pintanya. (MI/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00