• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Dua Pilot Asing Diduga Konsumsi Morfin

11 January
14:13 2017
1 Votes (1)

KBRN, Cilacap : Dua pilot asing pada sebuah maskapai penerbangan reguler Jakarta - Cilacap PP diduga mengonsumsi morfin. Hal itu diketahui dari tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Rabu (11/1/2017).

Kepala BNNK Cilacap AKBP Edy Santosa menyebutkan, kedua pilot itu masing-masing berinisial DE yang positif mengandung morfin dan benzo, serta BH positif morfin.

BNNK, kata Edi, selanjutnya berkoordinasi dengan  pihak dokter maskapai untuk mendalami temuan ini, karena dari keterangannya, pilot mengaku tidak mengonsumi obat apapun dalam sepekan terakhir.

“Sempat ada penolakan dari salah satu pilot, namun setelah diberikan pemahaman akhirnya bersedia. Dari pengakuan pilot, tidak mengonsumsi obat apapun dalam sepekan terakhir,” ujarnya.

Dikatakan Edi, kedua pilot tidak diperbolehkan terbang dan pihak maskapai diminta mendatangkan pilot lain dari Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat.

Lebih lanjut, jelas Edy, tes urine menyasar pada 44 awak pesawat, terdiri dari pilot, co-pilot, pramugari pada pesawat reguler maupun carter, serta para siswa sekolah penerbang yang ada di komplek bandara.

“Tes urine kami lakukan menyusul temuan pilot di maskapai penerbangan besar di ibukota yang diduga mengonsumsi obat terlarang. Sebagai upaya antisipasi, kami lakukan tes urine di Bandara Tunggul Wulung Cilacap,” jelasnya.

Kepala Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Faisal mendukung sepenuhnya tes urine oleh BNNK, sebagai bentuk pengawasan bagi para kru pesawat agar bebas dari narkoba.

Sedangkan terkait temuan 2 pilot asing yang positif morfin, pihaknya menyatakan hal itu belum final.

“Itu (temuan morfin) belum final. Dari manajemen maskapai akan mendatangkan dokter untuk klarifikasi dari hasil tes urine BNNK,”  ungkapnya.

Lanjut Faisal, kedua pilot untuk sementara ini dikenakan larangan terbang, sampai terbitnya hasil klarifikasi dari dokter pihak manajamen maskapai dan rilis BNNK.

“Kami tahan dulu kedua pilot, sampai ada hasil resmi dari dokter maskapai, dan rilis BNNK soal ini,” tegasnya. (Sandy/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00