• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Hak Telah Dipenuhi Majikan, 7 TKI Keluar dari Aleppo

10 January
22:36 2017
1 Votes (3)

KBRN, Jakarta: Selasa (10/1/2017), 7 tenaga kerja Indonesia (TKI) berhasil keluar dari Aleppo, Suriah, dengan difasilitasi langsung oleh kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) Damaskus.

Pejabat konsuler yang juga merangkap sebagai pejabat penerangan dan sosial budaya, KBRI Damaskus, AM Sidqi, mengatakan, ketujuh TKI yang bekerja sebagai pembantu rumahtangga itu akhirnya memutuskan keluar dari Aleppo setelah mereka mendapatkan hak gaji yang bahkan ada diantaranya belum dibayarkan hingga 9 tahun lamanya oleh majikan.

“Setelah selesai permasalahannya (di Aleppo) kita tarik mereka dari Aleppo ke Damaskus. Ada yang bekerja 4 tahun bahkan yang paling lama 8 atau 9 tahun. Mereka sekarang sudah dapat gajinya semuanya. Mereka itu tidak digaji setiap bulan tapi majikan itu menunda pembayaran sampai setahun misalnya,” papar AM. Sidqi ketika dihubungi via telepon, Selasa (10/1/2017).

Dijelaskan AM Sidqi sejak mendapatkan pelaporkan terkait pemenuhan hak yang belum diberikan majikan sekitar 2 bulan lalu, pihak KBRI Damaskus langsung memberikan bantuan advokasi dengan menyewa pengacara setempat bernama Muhammad Arka.

Sementara, kondisi kota yang terpuruk akibat perang juga turut menjadi alasan utama ke tujuh TKI tersebut keluar dari Aleppo.

Termasuk, adanya krisis air bersih dan listrik yang melanda di sana.

AM Sidqi menyatakan saat ini pihak KBRI Damaskus tengah mengurus administrasi berkaitan dengan kepengurusan imigrasi ke 7 TKI asal Indramayu, Banten serta Lombok itu, untuk selanjutnya akan dipulangkan ke Indonesia yang direncanakan pada 19 Januari mendatang.

AM Sidqi menjelaskan, disisi lain mengenai keberadaan dan jumlah WNI maupun TKI di Suriah, merupakan hal yang sulit untuk dipastikan.

“Menyusul, tidak jarang diantaranya tiba di Suriah melalui jalur ilegal dan tidak melaporkan diri ke KBRI Damaskus,” terangnya. (RM/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00