• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Salinan Naskah Kuno Radya Pustaka, Berada di Cornell University, New York

7 January
13:41 2017
1 Votes (1)

KBRN, Surakarta: Beralihnya pengelolaan Museum Radya Pustaka Solo, dari pihak Komite ke Pemerintah Kota Surakarta melalui Unit Pelaksana Tekni UPT Permuseuman menguak berbagai penjualan koleksi terdahulu.

Diantaranya, ratusan salinan naskah kuno dalam bentuk mikro film, berada di Cornell University New York, Amerika Serikat. 

Staf bagian digitalisasi naskah Museum Radya Pustaka, Kurnia Heniwati mengungkapkan pada medio 1980 seorang penulis bernama Nancy K. Florida mendatangi museum tertua di Indonesia itu, dengan maksud mendapatkan naskah-naskah kuno Jawa. 

"Pada saat itu pihak museum memberikan salinan naskah digital berupa mikro film dan boleh dimiliki secara pribadi," katanya kepada wartawan, Sabtu (07/1/2017).

Setelah menyelesaikan penulisan buku yang diberi judul Javanese Literature in Surakarta Manuscript itu Nancy menyimpan kopi naskah digital di kampusnya. Ratusan mikro film yang berisi naskah kuno koleksi museum tersebut memang dalam bentuk salinan. 

"File asli masih tersimpan hingga sekarang. Hanya saja tidak dapat dilihat karena rusak," terangnya.  

Kurnia khawatir akan hilangnya dokumentasi naskah kuno. Sebab untuk digitalisasi kembali ratusan naskah kuno tersebut ia mengaku sedikit kuwalahan. Pasalnya proses digitalisasi memerlukan tahapan yang tidak mudah. 

"Dalam satu tahun 2015 kami hanya mampu melakukan digitalisasi 70 dari 390 naskah. Sementara jumlah penerjemah kurang. Seperti harus digitalisasi serat Manikmoyo jumlahnya 600 halaman akan sangat sulit," jelasnya.

Mantan Komite Museum Purnomo Subagyo mengatakan tidak ada naskah kuno yang dijualbelikan pada masa pengelolaanya.

Menurutnya koleksi justru bertambah seperti batik, TV kuno dan sejumlah arca.

"Kami sudah menggandeng akuntan untuk mendata koleksi. Yang ada koleksi bertambah. Ada sumbangan batik, TV dari Nina Akbar tanjung," ujarnya.

Menurutnya pengelolaan museum tahun ini akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Terlebih saat ini telah dibentuk unit pelaksana teknis (UPT) Museum dibawah Dinas Kebudayaan.

"UPT nanti akan membawahi dua museum yakni museum Radya Pustaka dan museum Keris," sambungya.

Namun demikian pihaknya meminta pemkot untuk melibatkan anggota komite museum yang lebih paham dalam memperlakukan benda bernilai sejarah.

Disamping itu juga meminta Pemkot Surakarta berupaya mengembalikan naskah kuno yang dijual ke UI maupun ke Cornell University New York.

"Kalau bisa tetap melibatkan kurator. Karena koleksinya semua benda cagar budaya. Semoga Pak Wali bisa mengembalikan koleksi yang telah berpindah tangan," pintanya. (Mulato Ishaan/AA).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00