• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Akademisi dan Dewan Adat Papua, komitmen gunakan bahasa Daerah di dunia pendidikan

5 January
19:12 2017
0 Votes (0)

KBRN, Biak : Komitmen para akademisi di Papua juga pihak  Adat, untuk kembali mengangkat bahasa daerah dalam pendidikan ,khususnya di Lembaga Pendidikan Tinggi, yang saat ini sedang diupayakan pendiriannya  sejak empat tahun lalu,dan masih menunggu ijin Pemerintah Pusat, yakin Universitas Negeri Kamasan /Unikam Papua.

Ini dikatakan Dr. Frans Rumbrawer,akademisi senior asal Biak, dan dosen paska sarjana di Universitas Cendrawasih Papua, saat menjadi menjadi pembicara utama pada Dialog Publik masyarakat adat Byak dengan topik mengenal Unikam dan Pembangunan SDM di Kabupaten Biak Numfor yang berlangsung , Kamis (5/1/2017) di Aidoram Dewan Adat Byak, di Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor,Provinsi Papua

“Kami mendorong Unikam didirikan di Papua, untuk menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat di tanah Papua, dan selama ini belum  ada program studi yang mengangkat Bahasa Daerah, dan ini hanya ada di Unikam,jadi istilahnya bahasa daerah terintegrasikan,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Papua, Mananwir Yan Pieter Yarangga , juga mengiyakan kondisi saat ini generasi muda yang dalam kondisi degradasi nilai, salah satunya terkait pendidikan  dan budaya.

“Anak-anak kami ini,saat ini kehilangan bahasa, ,kehilangan pengetahuan ,sehingga dalam momen tertentu saya sebut ,generasi yang tidak memiliki kemampuan intelegensi pengetahuan dunia, jadi keberadaan Unikam sangat penting untuk menjawab hal tersebut,” pungkasnya. (OP/AA

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00