• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Bahasa Jawa Berpotensi untuk Tetap Hidup

5 January
18:59 2017
0 Votes (0)

KBRN,  Surakarta : Penggunaan Bahasa Indonesia dan tidak lagi berbahasa Jawa untuk  komunikasi sehari-hari dalam masyarakat Jawa saat ini, cukup memprihatinkan.

Demikian disampaikan Pakar Bahasa Jawa dari Leiden University Belanda, Prof. Dr. Ben Arps, usai memberikan Kuliah Umum berthema Isu-isu Penelitian Bahasa Jawa yang diikuti Dosen dan Mahasiswa Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret UNS Solo di Kampus setempat, Kamis (5/1/2016).

Dikatakan, pelestarian suatu Bahasa sangat tergantung pada tingkat penggunaan dan penggunanya, meski diakui perubahan  terjadi pada penggunaan bahasa seiring dengan perkembangan jaman.  Menurutnya, bahasa Jawa memiliki spesifikasi dengan kandungan sastra, tradisi dan filsafatnya, sehingga pihaknya sangat menyayangkan terjadinya pergeseran penggunaan bahasa yang terjadi utamanya dalam lingkungan keluarga.

Peran  Orangtua, Guru  dan masyarakat sangat berpengaruh dalam menentukan pelestarian Bahasa Jawa, utamanya harus memiliki rasa bangga.

"Sangat tergantung pada sikap dan perasaan kebanggaan terhadap suatu bahasa, masalah rasa, yang perlu dipupuk oleh orangtua dan guru rasa kebanggaan itu. Rasa bangga itu memainkan kunci. Bahasa Jawa itu sangat hidup dan berpotensi luar biasa untuk tetap hidup dan berkembang menjadi wahana budaya abad ke-21," tegasnya.

Dengan kebanggaan tersebut menurutnya, akan timbul keinginan untuk tetap menggunakan dan mengembangkannya dan bahasa Jawa menurutnya,  pada 2017 ini ,  tetapi memiliki peran dalam kehidupan masyarakat Jawa. Bahasa Jawa menurutnya,  juga dipelajari secara akademik sebagai kajian ilmiah di sejumlah Negara,  seperti Jepang , Amerika dan berbagai Negara Eropa.

Prof. Dr. Ben Arps berada di UNS Solo selama 10 hari , diantaranya  memberikan pandangan kritis tentang kurikulum Sastra Daerah FIB UNS. (Dyah S/Evie D/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00