• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Yayasan Rumah KitaB Sebut Pemerintah Kurang Awasi Program KB

22 December
16:45 2016
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Peneliti Yayasan Rumah Kita Bersama (Rumah KitaB), Roland Gunawan menilai pemerintah kurang mengawasi program Keluarga Berencana (KB) di daerah-daerah. Buktinya kata Roland ketika banyak fenomena anak menikah diusia dini, pemerintah tidak dapat berbuat apa-apa sehingga lonjakan penduduk di tiap-tiap wilayah semakin meningkat.

"Soal pernikahan anak misalnya, pemerintah harusnya lebih berperan aktif jangan malah memberikan dispensasi seakan membiarkan pernikahan diusia dini. Perlu diketahui ketika masih muda maka manusia akan terus berreproduksi jadi pemerintah mesti mengontrol ini semua jangan lalai," kata Roland usai menjadi pembicara di Seminar Nasional Pengembangan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera BKKBN, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Lebih lanjut Roland berharap pemerintah dapat duduk bersama dengan pemuka agama atau tokoh masyarakat tertentu di daerah-daerah agar mendukung program KB. Dengan memberikan pembelajaran tentang kehidupan dan keluarga sejahtera, Roland yakin program KB yang digencar-gencarkan pemerintah akan berhasil.

"Berikan pembelajaran pengetahuan pada pemuka agama setempat, inilah sedikit kesulitannya bahw a faktor agama masih ada disini, ada kelompok radikal yang memang tidak mendukung KB tapi secara tidak langsung mereka mau kok melakukan KB.

"Buktinya kami pernah tanya pada ibu ibu yang baru saja melahirkan, kenapa ibu minum jamu? ibu menjawab untuk menjarangkan kehamilan, ini tandanya mereka sebenarnya mau ikut program KB tinggal pemerintah lebih menggiatkannya saja lagi," terang Roland.

Sebelumnya tim komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit mengatakan dalam pelaksanaan KB sebenarnya Presiden Jokowi telah menggunakan pendekatan Kampung Keluarga Berencana di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat mengurangi angka putus kesertaan program Keluarga Berencana.

Sebab diketahui laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2014-2015 mencapai 1,32%. Artinya, akan ada pertumbuhan penduduk hingga 3 juta jiwa setiap tahunnya, dengan rata-rata tingkat kelahiran per perempuan pada 2010-2015 mencapai 2,4 anak per perempuan. (LS/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00