• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Warna Warni

Pengelolaan Tecnopark Samosir Jadi Percontohan

9 December
05:24 -0001
0 Votes (0)

Dalam acara Warna-Warni. Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapannya untuk membangun dan mengembangkan 100 Taman Sains dan Teknologi atau Science Techno Park (STP) di seluruh Indonesia, salah satunya technopark Samosir.

Warna-Warni kali ini mengenai pengelolaan technopark Samosir yang menjadi percontohan baik bagi technopark-technopark lainnya yang sudah dibangun. 

Technopark Samosir yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, Provinsi Sumatera Utara, diresmikan pada 30 Juni 2015 ini berfokus pada pengembangan bidang perikanan dan pengelolaan sumber daya perairan.

Technopark sendiri secara umum merupakan kawasan berdimensi pembangunan ekonomi, sosial dan budaya, yang memiliki sentra kegiatan ilmu pengetahuan dan inovasi, kegiatan produktif dan gerakan masyarakat yang mendukung percepatan perkembangan inovasi, difusi, dan pembelajaran. 

TechnoparkSamosir yang terletak di desa Janji Martahan, kecamatan Pangururan, kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menjadi contoh baik pengelolaan Technopark. Menurut Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain, hingga saat ini technopark Samosir mampu menghasilkan benih ikan mas sampai 2,4 juta ekor, meningkat dari sebelumnya yang hanya 10 ribu ekor per tahun.

Technopark Samosir sebelumnya merupakan Balai Benih Ikan Kabupaten Samosir yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Hal tersebut menyebabkan peternak ikan setempat kesulitan memperoleh pasokan bibit ikan. Seringkali para peternak harus mendatangkan bibit ikan dari daerah lain, seperti Pematang Siantar dan Dairi, sehingga berpengaruh pada kenaikan biaya.

dengan memanfaatkan teknologi kubah yang bekerja seperti efek rumah kaca, LIPI dapat menaikkan produksi benih ikan mas di Technopark Samosir hingga 25.000 persen.

Alasan dipilihnya teknologi kubah ini, menurut Kepala Pusat Penelitian Limnologi LIPI Fauzan Ali, karena perbedaan suhu air antara siang dan malam yang sangat ekstrim.  Padahal, benih-benih ikan hanya mampu berkembang pada suhu yang stabil.

Selain perubahan suhu ekstrim, technopark Samosir juga menghadapi angin yang sangat kencang yang datang sewaktu-waktu hingga mampu menerbangkan atap rumah. Kekuatan angin ini, juga mempengaruhi benih-benih ikan yang dikembangkan di kolam luar ruangan.

Dengan teknologi kubah dari polycarbonate dan rangka besi yang didesain sedemikian rupa, maka suhu air dapat stabil dan angin tidak mengganggu benih di dalam kolam.

Sebagaimana diketahui, LIPI dipercaya untuk membangun “technopark” di tujuh lokasi dan satu “science park”. Pembangunan itu menyasar wilayah, di antaranya Kabupaten Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Ternate, Kabupaten Samosir, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Tasikmalaya, serta satu “science park” di Kabupaten Bogor.

Pengembangan “technopark” yang dipercayakan pemerintah Indonesia tersebut berkaitan erat dengan kompetensi yang dimiliki LIPI, seperti pengembangan pada bidang perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian, dan kelautan// Devy

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00