• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kumuh, Rumah Warga Lelong Ternate Bakal Dibongkar

24 October
10:29 2016
0 Votes (0)

KBRN, Ternate: Warga yang bermukim di lingkungan lelong Kelurahan Makasar Timur, Ternate Tengah sudah harus berpikir untuk mencari tempat sementara, karena lokasi itu akan dibongkar dan dibangun baru.

Kawasan lelong itu sendiri merupakan salah satu kawasan yang kumuh sehingga penting kiranya untuk dibangun kembali oleh Pemkot Ternate melalui Kementrian PU dan Perumahan Rakyat.

Renovasi sendiri dilakukan langsung oleh Kementrian PU Pera melalui program penataan kawasan kumuh di Kota Ternate, yang direncanakan pada tahun depan sudah mulai jalan, untuk itu bagi warga yang ada di kawasan itu baiknya sudah harus berpikir tempat tinggal sementara saat program ini berjalan.

Walikota Ternate Burhan Abdurahman kepada RRI, Senin (24/10/16), mengatakan, langkah itu dalam rangka untuk mengatasi kawasan kumuh di lelong tersebut, karena hal ini menjadi tugas dari Pemkot Ternate kepada masyarakat, dan Lelong merupakan salah satu kawasan kumuh yang berada di pusat Kota

"Jadi sudah ditinjau oleh Direktur Perumahan karena ada program dari Kementrian yang nantinya akan dipadukan dengan pemerintah daerah sehingga masalah kumuh itu bisa teratasi, sejauh mana programnya nanti," katanya.

Menurut Burhan, yang menjadi kendala dikawasan itu akan reklamasi, namun karena dikawasan itu sudah ada rumah sehingga memerlukan pendekatan dengan warga agar program ini bisa berjalan. Untuk itu, pihaknya nanti akan mencoba mendiskusikan dengan masyarakat agar yang mendiami kawasan itu diungsikan.

"Tapi ini ada niat baik dari Pemerintah Kota maupun Pemerintah Pusat melalui program perumahan, seperti apa rumahnya apakah dalam bentuk rusunawa atau swdaya nanti kita sesuaikan, tapi yang paling penting adalah wilayah itu bisa kita reklamasi sehingga tidak ada lagi air yang tergenang yang akibatnya tidak sehat bagi kesehatan dan kebersihan," jelas dia.

Dikatakan Walikota, masih dilakukan pemantauan dan dari hasilnya nanti sudah mulai action, bahkan pada APBD 2017 nanti juga sudah akan dianggarkan. Dan saat ini masih dilakukan pendataan masyarakat yang ada dilokasi itu melalui lurah kemudian dilakukan komitmen dengan direktur Perumahan.

"Jadi semua di lelong itu di timbun, solusinya mereka sementara harus keluar dulu apakah dikeluarga atau dimana pun karena ini nanti ketika mereka balik bisa dapat fasilitas yang bagus, karena rumahnya layak huni kemudian penataan lingkungannya cukup bagus," tandasnya.

Pendekatan Pemkot Ternate dengan warga sekitar kata Walikota Burhan, sudah pernah dilakukan namun ada beberapa warga yang tidak mensuport, sehingga nanti akan di coba lagi dengan metode yang baru.

"Karena ini bukan kepentingan siapa-siapa tapi kepentingan mereka, kalau mereka bisa memahami maka kita sama-sama menjadikan kawasan itu bagus tapi itu tanggung jawab, kalau itu sudah selesai saya rasa bagian kota ini sudah sangat bagus," Tutup Burhan.

Walikota Ternate sesuai jadwal, Selasa (25/10/2016), akan menjadi pembicara di Direktorat Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) dalam acara workshop penyusunan rancangan pada bidang penyehatan lingkungan permukiman dan Ternate merupakan salah satu pilot projek kawasan kumuh di Indonesia. (ZN/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00