• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan & Kebudayaan

Jelang Pilkada 2020, MABT Kalbar Berupaya Tepis Isu SARA Di Kalbar

27 February
14:51 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalimantan Barat mengadakan pertemuan silaturahmi antar Majelis Adat Dayak, Melayu, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terkait, berbentuk Coffee Morning bertajuk “Dengan Semangat Persaudaraan Kita Rawat Kebhinekaan dan Kelestarian di Bumi Khatulistiwa” di Rumah Adat Melayu Kalimantan Barat, Kamis (27/02/2020).

 

”Dalam pertemuan hari ini kami bertujuan mempererat tali silaturahmi yang sudah ada dengan beragam etnis di Kalimatan Barat. Menurut saya pertemuan ini sangat penting karena jika semakin lama tak bertemu jalinan persaudaraan yang sudah kita bangun sejak awal dikhawatirkan bisa kendor”, kata Dewan Pembina Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalimantan Barat, Santioso Tio. 

 

Sementara itu, Coffee Morning yang digelar MABT Kalbar juga dihadiri Wakil Gubenur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M, M.H, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen Muhammad Nur-Rahman, Koordinator Paguyuban Merah Putih, Jakiyus Sinyor, dan sejumlah stakeholder terkait.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M, M.H sangat mengapresiasi kegiatan ini karena bisa menjadi wadah yang mempersatukan etnis-etnis di Kalbar untuk menepis isu konflik berbau SARA menjelang Pilkada Tahun 2020 pada bulan September mendatang.

 

“Biasanya setiap Pilkada ini kan ada gesekan-gesekan seperti berita hoax dan sebagainya. Dan Kalimantan Barat kan selalu diterpa isu SARA. Nah, melalui kegiatan inilah kita bisa mengantisipasi keributan dan tindak anarkis yang mungkin terjadi dalam Pilkada. Jadi melalui 22 etnis yang tergabung dalam Paguyuban Merah Putih semoga siapapun yang menjadi pemenang bisa tetap bersatu dalam kebhinekaan”, ujarnya.

 

Menanggapi isu SARA yang sering berkembang di Kalbar menjelang Pilkada, Koordinator Paguyuban Merah Putih, Jakiyus Sinyor menuturkan agenda rutin tahunan ini bisa menjadi tolok ukur dalam menjaga keharmonisan antar suku jelang Pilkada Tahun 2020.

 

“Jadi untuk pengamanan Pemilu dalam Pilkada bulan September kami juga akan terlibat yang penting saat ini kita tetap harus menjaga koordinasi dan komunikasi baik dari lintas agama, suku, maupun Pemerintah”, pungkasnya.

Satu tahun belakangan ini, kerukunan dan sikap toleransi di Kalimantan Barat sedang diuji dan mendapatkan tantangan yang sangat besar, mengingat isu-isu keagamaan dan suku bersinggungan dengan isu politik, terutama di fase menjelang Pilkada. Namun, kecemasan itu telah terkubur dengan semakin dewasa nya masyarakat dalam merajut kerukunan di NKRI. (Hermanta/Kiki)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00