• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

PT NJP Kubu Raya Bersama TNI, Sinergi Wujudkan Langit Biru

24 February
18:56 2020
0 Votes (0)

KBRN, Kubu Raya : Pangdam XII Tanjungpura merupakan satu-satunya Pangdam di Indonesia yang membuat program Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa. Materi  yang mengupas tentang program dan konsep umum Langit Biru ini sebelumnya telah disosialisasi Pangdam XII Tanjungpura ke Presiden RI Joko Widodo dan Presiden sangat setuju untuk selanjutnya menginstruksikan untuk disosialisasikan kepada lapisan masyarakat yang paling bawah.

Humas PT Nusa Jaya Perkasa (NJP) Kubu Raya, Mardin kepada RRI di Kubu Raya, Senin (24/02/2020) menyatakan apresiasi sekaligus dukungannya terhadap  program Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa ini yang semata untuk memberikan pemahaman pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) demi terwujudkan langit biru tanpa asap, khususnya di wilayah Kabupaten Kubu Raya Kalbar.

“Kita sangat berbangga kepada Pangdam yang telah membuat program ini, mudah-mudahan progarm ini  berhasil dan semua Pangdam-Pangdam  yang ada di Indonesia bisa melaksanakan, sehingga Indonesia bukan hanya Kabupaten Kubu Raya, Indonesia pada umumnya sama-sama bebas  dari asap, langitnya tetap biru”, harap Humas NJP Kubu Raya, Mardin.

Sesuai komitmen program, Mardin mengajak semua seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah  harus bersama-sama bersinergi untuk bersama-sama mencegah, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk masyarakat lapisan paling bawah.

“Kesiapsiagaan ini kami tekankan agar jangan sampai adabencana asap terulang kembali  seperti kejaidan yang sangat masif pada tahun  2015”, ungkap dia.

Penanggulangan bencana harus dilakukan dengan pendekatan kolaboratif antara unsur pemerintah akademisi, pemneliti, dunia usaha sebagai stake holder perusahaan, masyarakat serta dukungan media masa.

Pada kesempatan yang sama Babinsa Desa Madu Sari Koramil 1207-05/ Sungai Raya, Sersan Kepala (Serka) Agus Nur Haryanto memaparkan bahwa sosialissi ini untuk menciptakan suasana udara yang segar tanpa asap. Memang Langit Biru tersebut hanya judul saja, artinya bebas polusi.

“Namun demikian kami tidak bisa juga melarang membakar lahan, hanya kami memohon dengan sangat kepada masyarakat apabila membakar lahan agar  digabi waktunya dan dikasih penyekat serta jaraknya, termasuk pemadamnya dan juga jangan sekaligus langsung dibakar, misalnya ingin mambakar satu hektar bisa seperempat nya dulu, nanti kan bisa terlaksana semua”, harapnya.

Dalam Sosialisasi ini Agus Nur Haryanto mengajak untuk sama-sama saling menyadari  untuk menciptakan udara segar. Jikapun membakar sesuai sarannya sehingga  polusi yang akan terlalu parah seperti yang pernah terjadi, terutama yang paling parah di tahun 2015. ( Hermanta).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00