• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan & Kebudayaan

Disdikbud Kota Pontianak Komitmen Wujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA)

24 February
15:49 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : 

Penetapan Kota Pontianak sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat pertama selama tiga tahun berturut-turut yang selanjutnya naik peringkat menjadi Madya, membuat Pemerintah Kota Pontianak semakin memaksimalkan pembangunan infrastruktur layak anak, termasuk diantaranya sekolah layak anak.

 

Sepekan setelah SD Negeri 03 Pontianak mendeklarasikan sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Syahdan Aziz menuturkan saat ini Disdikbud Kota Pontianak bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) bersinergi untuk menciptakan Sekolah Ramah Anak di seluruh Kota Pontianak.

 

“Insya Allah saat ini persentase sekolah kita yang layak anak untuk tingkat TK, SD, SMP sudah capai 80 persen, langkah ini sengaja dilakukan untuk mewujudkan Pontianak sebagai Kota Layak Anak yang sesuai standarisasi”, katanya, Senin (24/02/2020).

 

Menanggapi pencanangan Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kota Pontianak, Pengamat Pendidikan Kalbar, Suherdiyanto sangat mengapresiasi kebijakan positif yang dicanangkan Pemerintah Kota Pontianak.

 

“Ini sebenarnya program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2017, dan merupakan langkah positif yang dilakukan Disdikbud Kota Pontianak karena ini salah satu komponen yang mendukung Pontianak sebagai Kota Layak Anak, artinya dari segi fasilitas Pemerintah Kota Pontianak harus mampu memenuhinya”, ujarnya.

 

Dirinya juga memaparkan beberapa komponen yang harus dipenuhi sekolah-sekolah di Pontianak sebelum menyandang predikat Sekolah Ramah Anak diantaranya Pelaksanaan proses belajar yang ramah anak yakni tenaga pendidik harus mengetahui hak-hak anak dan SRA, tersedianya sarana dan prasarana yang ramah anak atau tidak membahayakan anak.

 

Namun, ia menambahkan selain terpenuhinya standarisasi tersebut, pihak sekolah juga harus mempunyai tenaga pendidik yang memahami aspek psikologis dari anak sehingga pihak sekolah tidak hanya memantau perkembangan secara fisik tapi juga mental anak. (Hermanta/Kiki)

 

 

 

 

 

 

 

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00