• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Deputi Gubernur BI Pesan KPw BI Kalbar Kawal Inflasi

21 February
17:28 2020
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Secara mandatnya fungsi  Bank Indonesia berupaya bagaimana dapat mengendalikan inflasi, karena jika inflasi sudah terkendali akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng  saat Upacara pengukuhan  kepala perwakilan bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dari pejabat lama  Supridjono kepada pejabat baru Agus Chusaini di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan  Barat, Jumat (21/2/2020) menaruh apresiasi di bawah Gubernur Kalbar Sutarmidji Inflasi di Kalbar cukup terkendali, yaitu hanya sekitar 2,3%.

“Ini tentu bagi rekan kami  saudara Agus bagaimana bisa mengawal inflasi yang sudah bagus ini bisa terkendali di waktu-waktu yang akan datang, karena kestabilan inflasi adalah sangat penting, kalu inflasi sangat rendah tentu berdampak pada kesejahteraan masyarakat, daya beli maysrakatnya juga meningkat, ini pentingnya pengendalian inflasi”,  tegas Deputi Gubernur BI.

 Sugeng menegaskan agar jangan main-maing dengan inflasi, banyak negera yang inflasinya sampai jutaan persen, seperti di Venezuela rakyatnya sangat menderita. Selain itu Sugeng juga menekankan tentang pertumbuhan ekonomi, dimana jika inflasinya susdah terjaga tentu ekonominya juga dapat didorong dengan baik.

Deputi Gubernur Bank Indonesia ini juga menitipkan  bagaimana dapat menggali sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru seperti di Kalbar punya potensi Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM), diantaranya dari hasil tenun-tenun yang luar biasa.

“Kami Bank Indonesia sendiri setiap tahun mewadahi Karya Kreatif Indonesia semacam pameran dari seluruh Indonesia dimana ada 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia, sehingga di ajang ini semacam kompetisi, kantor perwakilan mana yang dapat membina UMKM yang terbaik”, ujarnya.

Senada hal itu diungkapkan Gubenrnur Kalbar Sutarmidji yang menyatakan jika di lihat dari jenis produk atau bahan, ketergantungan yang paling besar juga di luar Cina, kecuali bouksit.

“Tapi saya lihat pertumbuhan ekonomi Kalbar saya perkirakan masih optimis saya di atas 5%, kita harus pertumbuhan ekonomi itu kita harus barengi dengan inflasi yang rendah , perkiraan saya pertumbuhan ekonomi dengan inflasi itu harusnya dijumlah menjadi 8%, dimana 8% ini jadi patokan untuk peningkatan upah”, ungkapnya.

Gubenur Sutarmidji menegaskan, jika inflasi  dan pertumbuhan ekonomi rendah maka upah juga peningkatannya rendah. Bahkan apa yang disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sutarmidji menyatakan sudah menyiapkan langkah-langkah yang akan dilakukan. Buktinya Kalbar sudah punya  pintu ekspor baru yaitu Aruk Kabupaten Sambas walaupun modelnya masih tradisional, namun setidaknya dapat untuk mengimbangi jika ada pengaruh atau dampak virus Corona di Wuhan Cina.

“kita ekspornya lewat Aruk mulai sekitar Desember tahun lalu sebagai tujuan ekspor baru lewat pintu masuk perbatasan darat”, pungkasnya. (Hermanta).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00