• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

BI Dorong KWT Baras Baru, Tingkatkan Inovasi Pengolahan Mocaf

9 November
21:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Landak : Desa Mentonyek terletak sekitar 129 km dari ibukota Kabupaten Landak. Desa bagian dari Kecamatan Mempawah Hulu ini memiliki produk kebanggaan yakni Tepung Mocaf.

Lewat upaya dan kerja keras anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Baras Baru, Mocaf ini bahkan telah disulap menjadi makanan atau cemilan. Seperti rempeyek, stick bawang, hingga kue lapis pelangi.

Jika dahulunya, semua ini dibikin dengan bahan dasar tepung terigu, maka kini cukup dengan mocaf yang mereka produksi sudah bisa.

Manager Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Bank Indonesia Kalbar Djoko Juniwarto berharap Anggota KWT Baras Baru bisa terus berkarya dengan produk unggulan mereka yakni Mocaf Tubikha. 

"Ibu-ibu harus percaya diri dengan produk ini. Nanti di depan rumah Bu ketua pasang plang menjual tepung Mocaf, jadi biar orang-orang tahu di Desa Mentonyek penghasil Mocaf. Siapkan juga meja etalase di depan guna memajang produk tepung yang akan dijual. Apalagi tepung yang dihasilkan sudah memiliki kemasan yang bagus," ujar Djoko.

Dia juga menyoroti soal Desa Mentonyek yang masih berstatus sebagai Desa Tertinggal. Menurutnya dengan memiliki produk unggulan bahkan tak tanggung-tanggung dari produk hulu hilir dari Mocaf ini sudah ada disini, maka ini akan menjadi nilai plus untuk desa memenuhi satu di antara indikator agar bisa melepaskan status desa tertinggal.

Djoko menjabarkan untuk pengembangan Mocaf di Mentonyek lewat program sosial Bank Indonesia sudah tuntas dilaksanakan. Ke depannya, sangat dimungkinkan jika Bank Indonesia ingin melanjutkan program lainya dalam bentuk klaster ataupun membuat Local Economic Development (LED).

"Hanya saja untuk LED ini perlu keterlibatan pemerintah daerah juga," sampainya.

Kasi Distribusi dan Harga Pangan Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Lilis Silvia, menjelaskan kegiatan pengembangan Mocaf ini bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan. 

Nah, caranya dengan peningkatan produktivitas lewat pemakaian benih unggul dan penggunaan pupuk berkualitas. Tapi upaya peningkatan produktivitas tanpa diiringi dengan diversifikasi pangan tidak akan berhasil.

Menurut Lilis diversifikasi artinya ada penganekaragaman pangan, ini berarti tidak hanya beras yang tersedia. 

"Kalau di Mentonyek ini ada Manggala atau ubi lokal, ada jagung bahkan jengkol. Makanya ayo manfaatkan pangan ini untuk mengurangi konsumsi beras," kata Lilis. 

Terkait mocaf, sebutnya, apa yang telah dihasilkan kelompok wanita tani sudah luar biasa. 

"Saya harap semua kegiatan ibu-ibu dalam mengolah ubi hingga menjadi mocaf didokumentasikan dengan baik, termasuk saat mengolah menjadi makanan. Selain itu jika mau lebih bagus, di balik kemasan dibikinkan resep kue mocaf. Ini para pembeli pasti senang," saran Lilis.

Satu di antara tenaga pengajar Hermawati Handayani membagikan tips dalam pengolahan makanan dari mocaf. Dia menyebut ada ratusan jenis makanan bisa dibuat dengan mocaf tanpa bergantung pada terigu.

"Saya perhatikan warga sekitar sini suka cemilan gorengan, nah ini cocok sekali karena makanan yang jadi pasti renyah Lewa olahan dari mocaf. Ada rempeyek, stick bawang, kue Malaysia. Anggota KWT juga bisa bikin roti coklat, Ini selain enak juga mudah dibuat," ujarnya.

Mocaf yang dihasilkan KWT Baras Baru dengan merek Tubikha ini telah beredar hingga Kota Pontianak dengan memanfaatkan Toko Tani Indonesia Center untuk memasarkan. Saat ini harga jualnya sangat terjangkau dengan kemasan plastik 500 gram hanya Rp 5.000 sementara untuk kemasan eksklusif 250 gram juga seharga Rp 5.000.

Penyuluh Lapangan Mempawah Hulu Nainggolan yang hadir dalam acara panen raya meyakini Mocaf Mentonyek akan jadi primadona di Kecamatan Mempawah Hulu hingga Kabupaten Landak. Dirinya berjanji mempromosikan produk tersebut.

"Setelah panen, saya sarankan ibu ibu petani bisa manfaatkan benih ubi khusus mocaf ini untuk ditanam di pekarangan masing-masing. Lalu jangan sungkan tularkan ilmu yang didapat kepada anggota kelompok tani yang lain," kata Nainggolan.

Dia berharap setelah sukses pembinaan yang dilakukan Bank Indonesia, maka usai program Anggota KWT bisa terus berkreativitas mengembangkan. Dia pun menuturkan ungkapan terimakasih pada Bank Indonesia, Dinas Pangan serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang sudah peduli pada petani mereka di Kecamatan Mempawah Hulu, Landak.

"Jika ada kesulitan kami selaku penyuluh lapangan sangat siap untuk membantu, silahkan datang untuk konsultasi," katanya.(RRI).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00