• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

KY Kalbar Perlu Dukungan Media

6 November
18:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak: Upaya Komisi Yudisial (KY) dalam mewujudkan Peradilan Yang Bersih perlu mendapat dukungan dari masyarakat. Satu diantaranya adalah peran media massa baik cetak, maupun elektronik untuk turut serta mengawasi perilaku Hakim.

Koordinator KY Penghubung Wilayah Kalbar Budi Darmawan mengemukakan, perlunya dukungan media, untuk mewujudkan peradilan yang bersih, seperti diketahui kapasitas KY terbatas baik segi personil maupun tenaga untuk mengawasi perilaku hakim yang notabene di Kalbar sendiri hampir mencapai 200-an orang.

Ini tentu harus mendapat dukungan dari masyarakat, terutama dari teman-teman media. Kan punya jaringan yang luar biasa di pengadilan kalau ada pelanggaran kode etik hakim, tolong disampaikan kepada kami, sehingga bisa di tindak lanjuti,” ujarnya Kamis (06/11/2019).

Mantan Jurnalis Pontianak Post ini menuturkan, sejak 2016 KY Kalbar efektif berjalan banyak mendapat respon positif dari masyarakat, terutama dari pihak berperkara yang mengadukan ada dugaan pelanggaran kode etik hakim kepada KY Kalbar, yang awalnya mendapatkan saran dari awak media. Kendati mendapat ekspektasi tinggi, namun KY tidak bisa mengubah keputusan hakim yang sudah di tetapkan, akan tetapi hal itu bisa di tempuh melalui tahapan seperti upaya banding, kasasi dan terakhir Peninjauan Kembali (PK).

“Ekspektasi mereka cukup besar, beranggapan bahwa laporan ini bisa mengubah  keputusan, ternyata tidak. Tapi, ada upaya hukum lainnya yang bisa ditempuh,” jelasnya.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan, sepanjang 2019 laporan yang masuk ke KY secara global mencapai 1000 lebih, dimana untuk Kalbar masuk 10 besar. Dimana, laporan di dominasi kasus perdata tentang aduan pertimbangan jaksa yang dianggap tidak layak.

“Laporan itu kami terima dulu,  aduan yang disampaikan seharusnya wajib melampirkan salinan putusan. Maka, disitu kita bisa analisa ada atau tidak pelanggaran itu. Tenaga ahli kita mantan hakim dan jaksa, mereka lah yang menganalisa,” pungkasnya.(Syahrul)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00