• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Penghapusan Eselon Dinilai Akan Untungkan ASN

5 November
18:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak menilai banyak hal positif yang akan dirasakan Aparatur Sipil Negara (ASN, jika penghapusan jabatan eselon III dan IV direalisasikan. Perubahan kebijakan khusus di kalangan abdi negara itu, diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan dan baik untuk jenjang karir ASN.

“Ketika kebijakan ini sudah diterapkan, hargai jabatan fungsional atau kearah kopetensi bidang teknis itu, dengan kesejahteraan yang baik, itu yang paling penting. Jadi pegawai (ASN) itu hanya dua yang ingin dicapai, satu karirnya bagus tidak, dua kesejahteraanya bagus tidak. Kalau dua-duanya bagus alhamdulillah, kalau salah satu bagus itu sudah senang, tapi kalau dua-duanya itu tidak bagus, maka jangan diharapkan bisa kerja dengan baik,” kata Kepala BKPSDM Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro, Selasa (5/11/2019).

Dari catatan BKPSDM kota Pontianak, Multi menyebutkan, jika penghapusan eselon ini dilakukan, maka ada sekitar 542 jabatan yang hilang. Dari informasi yang ada lanjutnya, ASN yang hilang jabatannya akan diberi pilihan untuk menjadi pejabat fungsional.

“Kami punya eselon tiga sekitar 122, eselon empat sekitar 420. Tadi itu pilihannya ada fungsional tertentu, fungsional umum dan fungsional khusus. Ketika dia sudah menentukan pilihannya, maka harus disiapkan dengan pelatihan. Diklat, bimtek dan sebagainya,” jelas Multi.

Multi menerangkan, jika wacana penghapusan jabatan esenol III dan IV itu sudah lama disuarakan. Bahkan sebenarnya, penghapusan eselon ini telah berjalan sejak tahun 2014.

 “Eselonissi itu sebenarnya sudah tidak ada, dalam Undang-undang ASN nomor 5 tahun 2014, hanya muncul, kalau seperti saya itu kepala badan namanya JPT atau jabatan pimpinan tinggi pratama karena eselonya 2B, kemudian eselon tiga, namanya administrator, eselon empat setingkat kasi dan kasubag namanya pengawas dan staf itu pelaksana,” ujar Multi.

“Kita lihatlah nanti perkembangannya, aturan mainya harus berjenjang dan itu pilot projectnya di Kemenpan sendiri, per 1 November akan diterapkan,” tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00