• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Terapkan SIMRAL, Program Pembangunan Kubu Raya Tercatat di SIPD Kemendagri

4 November
19:51 2019
2 Votes (5)

KBRN, Kubu Raya: Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) terus berupaya mewujudkan transparansi dalam penyelenggaraan berbagai program pembangunan. Yang mana pasca di lantik sebagai Bupati Kubu Raya pada tanggal 17 Februari 2019, Muda Mahendrawan langsung mengajak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) membuat suatu sistem perencanaan, penganggaran dan pelaporan yang semuanya terintergrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan (SIMRAL).

“Jika semuanya bisa berjalan dengan baik maka berbagai kebijakan yang menyangkut dengan perencanaan penganggaran dan realisasi serta kebijakan inovasi, semua ini akan bermuara pada percepatan-percepatan dan ukuran-ukuran yang sudah disepakati bersama. Misalkan dalam mengejar status Desa, tentunya Pemerintah Daerah sudah mempunyai target dan semuanya ini kerjanya sudah harus keroyokan, jadi bisa tahu kebijakan di semua sektor terkait dengan hak-hak dasar masyarakat”, ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kubu Raya dalam rangka pengucapan sumpah janji pimpinan DPRD Kubu Raya 2019-2024 di Qubu Resort Kubu Raya, Senin (04/11/2019).  

Terkait dengan perencanaan dan penganggaran ini, Bupati Muda menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dari sejak dirinya menjabat sebagai Buputi sudah menggunakan SIMRAL ini, sehingga dengan cara ini Pemerintah Daerah sudah berbasis e-planning, e-budgeting dan reporting sebagaiman yang sudah dilakukan beberapa daerah di Indonesia seperti DKI Jakarta, Surabaya, Banyuwangi dan daerah lainnya.

“Alhamdulillah dengan sistem ini, Kubu Raya sudah efektif dan sudah tercatat Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) nya di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang sudah sangat efektif dalam menggunakan e-planning dan e-budgeting ini. Kalau sudah seperti ini, maka semua ini pihak bisa dikontrol dan diawasi oleh masyarakat dan pihak lainnya, sehingga paling tidak dengan SIMRAL ini akan mempermudah dan memperkuat bagaimana sistem perencanaan dan penganggaran yang lebih tepat dan menghindari yang sifatnya tidak efesien”, jelas Bupati.

Orang nomor satu di Kubu Raya ini memaparkan, kebijakan-kebijakan dalam menggunakan anggaran, tentu setelah Mandatory Spanding (mengurangi masalah ketimpangan sosial dan ekonomi daerah) baru kita lakukan pemangkasan anggaran. Misalnya masalah pendidikan, kesehatan dan lainnya. Bahkan di sektor pendidikan Kubu Raya sudah melampaui 20 persen, begitu juga di sektor kesehatan juga sudah melampaui dari yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat dan sektor infrastruktur pada tahun ini minimal 25 persen juga sudah terlampaui.

“Kita harus akui bahwa infrastruktur ini memang kita masih punya PR banyak di Kubu Raya. Contoh jalan poros kita panjangnya lebih kurang 1.000 kilometer, namun 40 persennya mengalami kerusakkan dan baru selesai 60 persen. Selain itu jembatan, karena memang daerah kita merupakan daerah perairan, sehingga sedikit-sedikit ketemu jembatan. Nah inilah konsekuensi kita harus memahaminya.

Mantan Bupati Kubu Raya pertama priode 2009-2014 ini menuturkan, apa yang dilakukannya terkait dengan efesiensi anggaran ini sebenarnya bukan pemangkasan, tapi mengembalikan pada proporsi yang tepat. Jangan sampai terlalu berlebihan juga perjalanan dinas bagi Organisasi Perangakat Daerah yang terlalu banyak, lebih baik kita gunakan untuk pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin) karena Peraturan Bupati (Perbup) nya sudah dikeluarkan.

“Mungkin Kubu Raya merupakan Kabupaten/Kota pertama di Kalbar yang menggunakan sistem Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kinerja, sehingga dengan cara ini semua Aparatur Sipil Negara (ASN) Kubu Raya akan berlomba-lomba dengan kinerja, tidak lagi hanya (mohom maaf) orientasinya ke perjalanan dinas dan hal-hal yang akuntabilitasnya tidak jelas”, tegas Bupati.

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00