• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Wisata & Kuliner

3.000 Pemuda Akan Jadi Pionir Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial

2 November
16:12 2019
1 Votes (5)

KBRN, Kubu Raya: Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Pariwisata setempat menargetkan 3.000 peserta pada hari pertama kegiatan Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang akan dilaksanakan pada Minggu (03/11/2019) besok di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satyagraha mengatakan, pada Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini pihaknya menargetkan diikuti 3.000 peserta, yang mana para peserta ini berasal dari semua komponen pemuda dan pelajar yang tersebar di seluruh penjuru Kubu Raya serta sekitarnya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah untuk mengembalikan peradaban Kubu Raya dibidang ketahanan pangan, dalam mendukung program pemerintah menciptakan ketahanan pangan daerah.

"Kenapa kita melibatkan kalangan milenial, karena selain sebagai generasi penerus, mereka tentu juga harus dikenalkan dan diajarkan bagaimana proses pangan itu dibuat. Dengan gerakan tanam padi milenial ini mereka akan mengetahui bagaimana jerih payah petani dalam menghasilkan beras", ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satyagraha di Sungai Raya, Sabtu (02/11/2019).

Gandhi mengatakan, pihak panitia telah menyiapkan lahan seluas 3000 hektar untuk kegiatan tersebut dan sampai hari ini, pihaknya terus mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaannya.

"Semua sudah kita siapkan, tinggal melakukan penataan dan peletakan beberapa komponen pendukung kegiatan ini. Kita pastikan pada hari H besok Minggu (03/11/2019) semuanya sudah rampung," kata Gandhi.

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu strategi Pemkab Kubu Raya untuk menjadikan isu pertanian dan ketahanan pangan menjadi bagian yang sangat penting bagi Kubu Raya dan Kalbar khususnya.

"Kenapa kegiatan ini memakai kata gerakan, karena pola kegiatan ini akan menjadi gerakan masive dan menjadi tren baru bagi Indonesia agar program ini menjadi penggerak bagi masyarakat dalam membangikitakn kembali peradaban pangan menjadi sangat penting dan berharga," tuturnya.

Bupati Muda menyatakan, pihaknya sengaja melibatkan kaum milenial dalam gerakan tanam padi ini karena mereka nantinya akan menjadi pionir dan penggerak masyarakat lainnya agar memiliki pandangan dan persepsi bahwa pertanian menjadi bagian penting yang dapat membahagiakan masyarakat banyak.

"Kita menggagas ini bukan buat gagah-gagahan atau pencitraan, namun ini agar bisa menjadi contoh bagi anak muda kita agar mau bergerak dan peduli terhadap bidang pertanian. Karena, kaum milenial yang ada saat ini belum tentu ada yang pernah menanam padi, makanya ini perlu kita bangun kepekaan dan kepedulian mereka agar bisa ikut bersama bergerak," tegas Bupati.

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00