• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosial

Gaet Kepercayaan Masyarakat, Pemprop Kalbar Resmikan Data Analitic Room

21 October
18:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak: Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat resmi melaunching penggunaan Data Analitic Room (DAR) Propinsi Kalbar oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. Ruang pengolahan satu data itu menghimpun data dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Propinsi Kalbar. Dibangunnya DAR  ini sebagai bentuk transparansi Pemprop Kalbar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan dan akuntabel.

“Dengan membangun sistem open data seperti ini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat. Masyarakat pun mendapat kemudahan dalam  mengakses data yang diperlukan, karena sifatnya sangat terbuka dan tidak perlu ada yang di tutup-tutupi,” ungkap Gubernur Sutarmidji usai melaunching DAR Propinsi Kalbar Senin (21/1/2019).

Sutarmidji menuturkan, Data Analitic Room ini dibangun sejak enam bulan lalu dengan menggunakan anggaran APBD Propinsi Kalbar Tahun Anggaran 2019 yang mencapai Rp6 Milyar lebih. Meski sebenarnya, launching baru akan dilaksanakan pada akhir tahun anggaran, namun pihaknya meminta dipercepat. Uji coba terus dilakukan hingga data yang dihimpun lengkap dan tersaji dengan mudah.

“Pakai APBD 2019, harusnya di akhir tahun, tapi saya maunya lebih cepat karena sudah selesai masa kontraknya. Kita uji coba terus sampai sebanyak-banyaknya data,” imbuhnya.

Mantan Walikota Pontianak ini mengutarakan, pengelolaan data selama ini masih semrawut. Dimana berakibat program yang dijalankan terkadang tidak sesuai dengan harapan.

“Tidak usah jauh-jauh, data Disdukcapil saja dengan BPS itu bisa beda 3 sampai 4 persen,ini yang kita tidak mau,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Korsupgah KPK RI Wilayah Kalbar, Rusfian mengapresiasi langkah dan upaya pemerintah propinsi kalbar dalam mewujudkan transparansi tata kelola pemerintahannya dengan membangun sistem open satu data yang di integrasikan kedalam aplikasi Data Analitic Room yang baru saja diresmikan.

“Saya rasa bagus ya, meski baru permulaan namun pemda harus berani melaksanakan transparansi itu. Jadi, publik bisa ikut mengawasi. Kalau sudah transparan, kerja-kerja pengawasan jadi lebih ringan,” harapnya.

Rusfian menambahkan, keterbukaan atau transparansi apabila tidak di topang dengan data yang akurat, tentu tidak akan berhasil maksimal. Seperti contoh untuk melaksanakan perencanaan daerah atau kebijakan kepala daerah, ternyata dalam pelaksanaannya miskin data, sudah pasti program yang akan dijalankan tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Transparansi satu hal, jadi kalau tidak dibekap dengan data susah juga. Misalnya data potensi daerah, nah itu yang menjadi input untuk kita membuat suatu perencanaan,”pungkasnya. (Syahrul)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00