• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Percepat Target Capaian 12 Indikator SPM, Pemkab Kubu Raya Serahkan 20 unit Kendaraan Yankes Salju Kepada Puskesmas

21 October
12:54 2019
2 Votes (5)

KBRN, Kubu Raya: Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Kesehatan setempat terus meningkatkan pelayanan Kesehatan kepada masyarakat dengan berbagai program yang sedang dan akan dilakukan.

Satu diantaranya, program kunjungan Selasa dan Jum'at (Salju) terpadu. Yang mana program ini dilakukan sebagai upaya mempercepat Standar Peleyanan Minimal (SPM)kesehatan dengan kunjungan ke rumah-rumah warga yang dilakukan petugas kesehatan.

Untuk mendukung dan memperlancar program Salju terpadu ini, Pemerintah Daerah menyerahkan kendaraan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Salju kepada 20 Puskesmas yang tersebar di 9 Kecamatan. Penyerahan kendaraan pelayanan Kesehatan ini diberikan secara simbolis oleh Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H kepada 6 Kepala Puskesmas diantaranya: Puskesmas Sungai Karawang, Sungai Kakap, Kubu, Sungai Asam, Puskesmas KORPRI Sungai Raya Dalam dan Puskesmas Rasau Jaya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, program Salju terpadu dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan Standart Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan, sehingga dengan diserahkannya kendaraan Yankes ini, program Salju terpadu bisa berjalan maksimal dan sesuai dengan harapan. 

"Program ini dilakukan bukan sekedar untuk pencitraan, karena di era digital serba cepat ini, orang tidak perlu lagi pencitraan dan orang pasti akan tahu, karena apapun yang dilakukan dan sekecil apapun yang dilakukan semuanya akan terakses dengan sedirinya di era media sosial ini, namun yang paling terpenting bagaimana program ini bisa sampai dan manafaatnya benar-benar dirasakan masyarakat kita", ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan,  S.H saat menyerahkan secara simbolis kendaraan Yankes Salju kepada 6 Kepala Puskesmas di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kubu Raya, Senin (21/10/2019).

Bupati menambahkan, program kunjungan Salju ini sebagai upaya mempercepat target 12 Indikator SPM dan tidak lagi menunggu tapi langsung menyasar dengan kunjungan ke rumah-rumah warga. Tentunya hal ini ada langkah-langkah mengurangi dari dampak dan juga angka-angka yang harus dilakukan percepatan penurunannya, seperti angka stunting, Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) saat persalinan.

"Adapun 12 indikator SPM itu berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 khususnya pada Pasal 12, Pasal 18 dan Pasal 298 terdapat 6 urusan wajib pelayanan dasar yang mencakup pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat, pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis, dan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV", jelas Bupati. 

Bupati menuturkan, program Salju teradu ini melibatkan perangkat Desa dan petugas kesehatan yang berada di masing-masing, Pondok Bersalin desa (Polindes), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di masing-masing Desa dan Kecamatan.

"Sesuai dengan namanya Salju ini merupakan pelayanan Selasa dan Jum’at, yang mana untuk hari Selasa itu khusus untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak yang meliputi pelayanan ibu hamil, anak dalam kandungannya dan pemberian nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Sedangkan untuk hari Jumat, perangkat desa dan jajaran puskesmas akan mengunjungi rumah warga untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit menular dan tidak menular", tuturnya.

Bupati Muda juga akan mempercepat tujuan 12 indikator SPM ini dan tujuan untuk ada capaian yang terukur setiap tahunnya baik dari angka-angka dan ukurannya secepatnya bisa dikejar dan di sisir dengan sistem kepung bakul, sehingga hasilnya bisa dipastikan ada upaya untuk membangun semangat masyarakat dan jangan sampai kehadiran Pemerintah Daerah ini hanya formalitas belaka.

“Dengan dijalankannya program ini, setidaknya ada rasa bahagia bagi masyarakat, karena mereka merasa diperhatikan dan dikunjungi. Karena inilah partisipasi dari desa sendiri, terutama RT itu kita gerakkan. Mengingat di kesehatan ini terdapat hak-hak masyarakat untuk terlayani dan jangan sampai kita abaikan sehingga ada unsur pembiaran, Tentunya hal-hal inilah yang perlu kita jauhkan”, imbuhnya.

Bupati Muda menjelaskan, jika dibaca dan membuka catatan pidato Presiden Joko Widodo pada saat pelantikan pada hari Minggu (20/10/2019) kemarin, apa yang selama ini sering disampaikannya kira-kira hampir sama dengan apa yang sampaikan Presiden, yaitu melakukan sesuatu yang cepat dan sampai ke masyarakat. Tidak hanya sesuatu yang sudah dikerjakan secara formal, namun bagaimana sesuatu itu benar-benar bisa sampai.

“Sampai itu dalam pengertian dirasakan dan dipastikan bahwa masyarakat itu benar-benar apa yang diamanahkan dan apa yang dititipkan birokrasi hingga sampai pada oprasionalnya itu benar-benar bisa memberikan dampak (impact). Bahkan Presiden sendiri dengan keras menyatakan, bahwa birokrasi itu perlu dilakukan penyederhanaan eselonisasi. Dengan situasi ini, sekelas Presidenpun punya kegerahan dan kerisauan terhadap sistem birokrasi kita yang terlalu banyak ribet dan banyak prosedur sehingga seolah-olah kita keletihan dan menghabiskan waktu hanya untuk menguruskan birokrasi saja dan bukan birokrasi yang keletihan mengurus urusan masyarakat. Adanya kendaraan oprasional ini mempermudah transportasi teman-teman dalam mengunjungi rumah-rumah dan bisa cepat mengetahui dan mengantisipasi permasalahan kesehatan masyarakat kita”, pungkasnya.

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00