• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Optimalkan Standar Pelayanan Minimal, Pemkab Kubu Raya Luncurkan Program Salju

17 September
19:35 2019
1 Votes (5)

KBRN, Kubu Raya: Sebagai upaya mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Kesehatan setempat, meluncurkan program Salju Terpadu (Kunjungan Selasa dan Jum’at Terpadu). Program ini dilakukan sebahgai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan dengan kunjungan ke rumah-rumah warga yang dilakukan petugas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya H. Marijan, S.Pd. M.Kes mengatakan, sebenarnya pelayanan Selasa dan Jumat (Salju) terpadu ini sudah berjalan dengan baik dan lancar dalam beberapa bulan terakhir ini, namun pada hari ini peluncurannya baru diresmikan. Selain iitu program Salju teradu ini melibatkan perangkat Desa dan petugas kesehatan yang berada di masing-masing, Pondok Bersalin desa (Polindes), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di masing-masing Desa dan Kecamatan.

"Sesuai dengan namanya Salju ini merupakan pelayanan Selasa dan Jum’at, yang mana untuk hari Selasa itu khusus untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak yang meliputi pelayanan ibu hamil, anak dalam kandungannya dan pemberian nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Sedangkan untuk hari Jumat, perangkat desa dan jajaran puskesmas akan mengunjungi rumah warga untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit menular dan tidak menular”, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya H. Marijan, S.Pd. M.Kes saat menyampaikan arahannya pada Sosialisasi Program Pelayanan Kesehatan Selasa-Jum’at (Salju) Terpadu di Gardenia Resort and Spa, Selasa (17/9/2019).

Marijan menuturkan, program Salju ini juga sebagai langkah percepatan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB), menurunkan angka gizi buruk dan menutunkan angka stunting yang dalam 5 tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan. Selain itu program Salju ini akan mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Ibu hamil. Untuk itu, dirinya meminya kepada petugas kesehatan agar sebisa mungkin mendapatkan Ibu hamil yang ada di masing-masing Desa dan Dusun. Sehingga langkah awal untuk menurunkan AKI dan AKB, gizi buruk dan stunting ini bisa sedini mungkin di deteksi dan atasi langsung melalui proses persalinan yang baik dan benar.

 “Mudah-mudahan pada kasus yang terjadi selama September, Oktober dan November mandatang, harapan saya 90 persen harus bisa dapat terselesaikan semuanya, baik itu masalah kesehatan ibu dan anak, HIV AIDS, gangguan jiwa dan lain sebagainnya.

Di tempat yang sama, Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan mengatakan, tenaga kesehatan yang menyentuh pada pelayanan langusung, harus lebih mengejar soal kepuasan masyarakat, karena kepuasan itu diukur dari setiap negara itu ukuran indikatornya adalah variabel kepuasan hidup masyarakat, kepuasan masyarakat merasa dilayani, dilindungi dan merasa aman, kemudian berbicara tentang setiap orang itu harus mengejar makna hidup.

“Karena kebahagiaan yang sebenarnya itu adalah, ketika apakah kita bahagia sendiri atau ketika kita bisa membahagiakan orang lain, dan itulah makna hidup sebenarnya. Untuk itu saya mengajak semuanya sampai ke lever terbawah, mari kita mengejar makna hidup kita, supaya kita tidak terlalu terombang ambing dengan tujuan-tujuannya, agar bisa fokus benar-benar, tancapkan betul-betul kepada masyarakat kita. Supaya semuanya berlomba-lomba dan punya antusiasme untuk bisa bergerak, karena kita juga saya yakin tidak akan mampu untuk bergerak sendiri, tapi kita harus bisa menggerakan masyarakat”, jelasnya.

Bupati mengharapkan seluruh petugas kesehatan dan pihak terkait agar dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta kasus stunting serta gizi buruk di daerah ini melalui program Salju

"Dengan pogram Salju ini tentunya menjadi sangat penting dilakukan untuk membahas dan merumuskan berbagai strategi dan langkah langkah percepatan untuk mewujudkan Visi Bahagia”, paparnya.

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00