• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Persatuan Peladang Kalbar bakal Surati Menkopolhukam

17 September
18:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak: Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat menyayangkan pernyataan Wiranto, Menko Polhukam RI yang menuduh Peladang sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan saat ini. Pernyataan yang disampaikan 13 September 2019 lalu di saat musim menugal tengah dilakukan oleh sejumlah masyarakat Peladang. Pada sejumlah wilayah bahkan ada yang telah usai menyemai benih padi di ladang.

“Pernyataan Pak Wiranto itu jelas salah. Kita menyayangkan pernyataan yang tidak mendasar tersebut. Karena itu kami berharap pernyataan tersebut dapat segera dipertanggungjawabkan dengan meminta penjelasan langsung beliau melalui ruang dialog untuk duduk bersama para peladang di Kalimantan Barat,” ungkap Yohanes Mijar Usman, Ketua Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, Mijar menilai bahwa pernyataan bernada miring terhadap Peladang selama ini perlu segera diluruskan. Karena itu dengan itikad baik, kesediaan Bapak Wiranto berdialog bersama dinantikan.

“Kami berharap dalam waktu dekat akan ada ruang dialog bersama yang disertai dengan itikad baik. Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat juga dalam waktu dekat akan menyampaikan surat khusus untuk berdialog dan meminta penjelasan langsung Menkopolhukam,” tambah Mijar.

Sebagaimana diketahui, respon terhadap pernyataan Wiranto yang menuduh Peladang penyebab kebakaran hutan dan lahan memantik protes dari sejumlah pihak di Kalimantan Barat. Pernyataan yang disampaikan Menkopolhukam tersebut disaat pemerintah, pemerintah dan aparat penegak hukum tengah mengupayakan penegakan hukum kasus kebakaran pada sejumlah konsesi perusahaan perkebunan dan perusahaan kayu di Kalimantan Barat. Pada saat yang sama, pernyataan Wiranto tersebut juga disampaikan ketika Peladang sedang dan telah usai menugal menyemai padi di ladang. 

Seperti dimuat di https://www.vivanews.com/berita/nasional/7182-kebakaran-hutan-wiranto-gara-gara-peladang Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengklaim pemerintah punya sejumlah upaya dan solusi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanah Air. Salah satunya dengan membuat para peladang tak lagi membakar lahan untuk  membuka lahan ataupun membuat pupuk.

"Karena mereka berladang, di situ peladang dengan cara bakar itu kami akan alihkan peladang tanpa bakar. Kami meminta para korporasi jadi bapak asuh untuk berikan pelatihan dalam membuka lahan, tidak dengan bakar," ujar Wiranto saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 13 September 2019.

Menurut Wiranto, itu yang terjadi di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Karhutla sering terjadi lantaran salah satu faktornya, masyarakat yang notabene peladang sering membuka lahan dengan cara membakar.

Tradisi tersebut, ungkap Wiranto, ternyata sudah turun temurun dilakukan. Sisa abu pembakaran bisa menjadi pupuk bila disirami hujan yang turun.

"Tapi ternyata tidak cukup untuk bisa penuhi peladang yang jumlahnya banyak. Tadi juga dilaporkan masih ada peladang yang notabene masyarakat miskin," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga berencana menyediakan alat-alat berat untuk para peladang membuka lahannya. Akan tetapi, cara tersebut belum dilakukan dalam waktu dekat.

Untuk sementara, lanjut Wiranto, pemerintah segera memasukkan mereka menjadi pasukan Mandala Agni, pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan.

"Tentu dapat intensif dapat gaji dan mereka hidup dari situ, daripada berladang dengan cara membakar, lebih baik mereka menjadi pasukan pemadam kebakaran yang mendapat gaji itensif yanf bisa mencukupi hidup mereka," kata Wiranto.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00