• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Tanpa Bahan Kimia, Beras Lokal Lebih Layak Konsumsi

16 September
20:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Dinas pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura-Distan TPH Provinsi Kalimantan Barat mensuport  penuh Gerakan Beras Bersama untuk mencari pemasok-pemasok beras dari para petani. Sebab berdasarkan laporan produksi beras para petani selama ini sudah ada yang mengambil, sehingga perlu adanya wadah untuk pemasarannya.

“Awal pemasaran karena masih di ruang lingkup tempat tinggal saya di Pontianak Utara dan dari mulut ke mulut yang mengkampanyekan bahwa beras lokal lebih layak dikonsumsi dari segi kesehatannya”, ungkap Pembina Merketing Gerakan Beras  Bersama  Kalbar, Feriyadi di Pontianak, Senin (16/9/2019).

Feriyadi menyatakan hal itu karena beras lokal tanpa pengawet, pemutih dan tanpa pewangi.

“Paling nggak beras lokal kita ini kalau kita lihat secara jelas, bahwa mereka tidak bisa simpan terlalu lama karena tanpa campuran pengawet dan sebagainya, kalau beras dari luar itu kan mungkin dari sistem pengiriman dan sebagainya itu kan lama untuk sampai ke masyarkat langsung, mungkin dari sisi itu dulu yang  pertama kami lihat dibandingkan sisi yang emang kedepannya apakah itu ada kelayakana dari dinas kesehatan atau lain sebagainya”, tuturnya.

Selain itu dalam hal ini pihaknya berharap penuh agar masyarakat sadar, yakni dengan mengkonsumsi beras lokal otomatis dapat membantu petani lokal agar arah pasarnya jelas dan identitas dapat muncul kepermukaan dan tidak hilang begitu saja.

Untuk melaksanakan Gerakan Beras Bersama ini, Feriyadi menyatakan dalam satu timnya sudah lebih dari 30 orang dan pihaknya telah mengoptimalkan para pemuda  yang tergabung dlaam organisasi Kepemuadaan  untuk membantu Gerakan konsumsi Beras Lokal di Kalimantan Barat. Jadi  kinerjanya ada yang mengantar dan ada yang membantu juga sebagai tenaga dalam pememasarnnya.

“Mengenai harganya sendiri kami menyesuaikan patokan untuk beras premium Rp 13.000, 00 per kilo sedangkan yang medium Rp 120.000,00 per kilo”, ujarnya.

Menyinggung tentang stok beras , Feriyadi mengaku tidak punya stok banyak, karena berharap berapa yang datang  itu yang terjual terlebih dahulu. Karena perputarannya agar beras tetap segar dan dengan bantuan ini akan dilihat berapa stok yang ada dan berapa yang mampu dipasarkan selain dibantu dari jaringan Distan TPH Kalbar.

“Dalam dua minggu terakhir nanti kami akan perhatikan,  sehingga akan dapat mentargetkan berapa yang dapat dipasarkan dalam setiap bulan”, tukasnya. (Hermanta).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00