• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Distan TPH Kalbar Dorong Kabupten Kota Manfaatkan “Gerakan Beras Bersama”

16 September
20:23 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Provinsi Kalimantan Barat terbukti  serius membantu memesarkan produk-produk beras yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Kota agar dapat dinikmati masyarakat, terutama di Pontianak yang menjadi  pusat pasar dengan penduduk yang paling banyak.

“Langkah ini kami lakukan sekaligus untuk melindungi produk beras lokal agar tidak kehilangan jejak, karena selama ini faktanya beras lokal sudah beredar di pasar, tetapi karena managemen pemasarannya diserahkan sepenuhnya  di mekanisme pasar sehingga banyak dikemas dengan merk luar, dan seolah-olah beras lokal tidak ada di pasaran”, jelas Kepala Dinas pertanian Tanaman Pangan dan Horitukultura Kalimantan Barat Heronimus Hero saat Melounching Gerakan Beras Bersama  Bangga Bertani di Outlet setempat  jalan Alianyang  Pontianak, Senin (16/9/2019).

Sudah semestinya langkah ini dilakukan untuk mendorong seluruh Kabupaten Kota agar  mneghasilkan beras kemasan dengan merk-merk sendiri.

“Makanya kita mendorong seluruh Kabupaten Kota untuk menghasilkan kemasan sendiri, merk sendiri seperti hari ini di Sambas Merk Kijang, Bengkayang Merk burung Enggang yang mereka nama Kalumue, kemudian ada Merk dari Kubu Raya Kleadi hitam dan seperti itu, harapannya setiap Kabupaten mendisply nya di sini dengan merek-merk lokal”, ujarnya.

Kadisten TPH Kalbar Heronomus Hero mengakui sumber beras sementara ini baru dipasok dari Kubu Raya, Sanggau, Sambas, Bengkayang dan Landak, namun tidak menutup  kemungkinanya akan bertambah , apalagi sekarang bulan panen  yang tergetnya akan benyak memproduksi  beras.

“Nanti kita lihat perkembangan sirkulasinya , kalau lancar kami akan mengarahkan pada surat edaran supaya ASN provinsi bisa membeli di sini”, harapnya.

Heronimius Hero menjelaskan,  bersar yang dipasarkan di outlet  gerakan Beras bersama Bangga Bertani ini campuran ada yang medium dan ada yang premium, karena tujuannya sekalugus untuk pembinaan. Jika nanti dapat ditingkatkan kualitasnya maka secara bersamaan akan diidentifikasi  mana yang potensial untuk ditingkatkan dan dibantu didampingi.

Mengenai harga jual kami tetapkan tetap bersaing dan tetap mengacu aturan Pemerintah ada bertas-batas tertinggi harga jual”, ungkap Heronimus.

Yang tidak kalah pentingnya Gerakan Konsumsi beras Lokal ini untuk menggalang kerjsama yang baik  antara kelompok masyarakat yang ingin membantu  pemasaran seperti gerakan beras bersama  ini  awalnya dari kelompok masyarakat dan kelompok anak-anak muda dan membantu pengusaha tani yang menghasilakan padi agar terdorong untuk menaikkan nilai tambahnya dan jangan menjual gabah tetapi menjual beras yang sudah dioleh, karena  nilai tambahnya pasti lebih tinggi.

“Nah itu harapan kita kedepan agar Kalbar tidak hilang jejak berasnya, masyarakat pengusaha tani terdrong meningkatkan nilai tambah dengan menggiling gabahnya menjadi beras dan menjual dalam bentuk beras, serta masyarakat yang mendukung  dapat menfaat dari aktifitas-aktifita produktif membangun jaringan pemasaran”, ujarnya.

Gerakan beras bersama  ini  merupakan pertama kali nya di Kalbar dan ide ini dipandenga sebagai respon yang cepat terhadap isu strategis karena dianggap berras loka belum cukup diproduksi di  Kalimantan Barat, karena katanya banyak beras luar masuk.

“Tetapi kami tidak terlalu campur jauh karena urusan beras keluar masuk itu urusan perdagangan dan kami tidak bisa ambil kendali, karena motif berdganag banyak. Mungkin ada yang mengambil dari luar, tetapi data kita ada memang beras yang masuk ke Kalbar tetapi jumlahnya tidak cukupbanyak untuk  menjadi yang do,minan menyediakan makanan di kalbar dan masih yang produksi lokal”, pungkasnya. (Hermanta).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00