• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Kubu Raya Diselimuti Kabut Asap Pekat, Penderita ISPA Meningkat dan Sekolah di Liburkan

16 September
10:56 2019
1 Votes (5)

KBRN, Kubu Raya: Bencana kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) berakibat meningkatnya jumlah penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu RayaMahyudin, S.KM mengatakan, hingga minggu pertama bulan September 2019 jumlah penderita ISPA di daerah ini sebanyak 983 kasus yang tersebar di 20 Puskesmas di 9 Kecamatan. Puskesmas Sungai Durian Kecamatan Sungai Raya satu diantara 20 Puskesmas yang memiliki kasus ISPA terbanyak dengan jumlah 252 kasus, mengingat Puskesmas ini memiliki binaan yang cukup banyak.

“Sampai saat ini, kasus ISPA di daerah kita memang mengalami peningkatan setiap harinya. Selain Puskesmas Sungai Durian, jumlah kasus ISPA terbanyak juga berada di Puskesmas Rasau Jaya Kecamatan Rasau Jaya sebanyak 156 kasus dan jumlah ini terjadi peningkatan cukup signifikan jika dibandingkan pada Minggu pertama bulan Agustus hanya terdapat 352 kasus ISPA”, ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu RayaMahyudin, S.KM usai menjadi narasumber Dialog Dinamika Khatulistiwa di Pro 1 RRI Pontianak Jalan Jenderal Sudirman Pontianak, Senin (16/09/2019).

Mahyudin menturkan, dalam menekan angka kasus ISPA, Senin pagi (16/09/2019) Dinas Kesehatan Kabuapaten Kubu Raya juga telah membagikan ribuan masker di 6 titik di Kecamatan Sungai Raya dan setiap titiknya akan dibagikan 2.000 masker kepada msyarakat.

“Untuk menekan kasus ISPA ini, pagi ini kita juga telah membagikan ribuan masker di 6 lokasi di Kecamatan Sungai Raya dan tempatnya masih sama dengan pembagian masker yang dibagikan pada hari Kamis (12/09/2019) diantara: simpang 4 Polda Kalbar, simpang Tugu Dirgantara Nusantara (Lanud Supadio), simpang 4 Pondok Indah Lestari (PIL), simpang Desa Kapur dan di Jalan ke arah Bandara Supadio, yang mana setiap lokasinya dibagian 2.000 masker dan bahkan ada lokasi yang pembagiannya lebih dari 2.000”, tuturnya.

Mahyudin memaparkan, setelah adanya kabut asap yang sudah menyelimuti Kabupaten Kubu Raya dalam 1 bulan terakhitr ini, penderita ISPA di daerah ini memang cenderung meningkat. Tentunya kondisi ini juga hasrus menjadi perhatian bagi masyarakat agar tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak.

"Kami dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya menghimbau kepada masyarakat agar tetap ber-Prilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS), perbanyak minum air putih, jangan keluar rumah jika tidak ada kepentigan yang mendesak dan jika memang harus keluar, gunakanlah masker, agar udara yang saat ini tercampur dengan partiket kabut asap akan tersaring oleh masker”, imbuhnya.

Kondisi kabut asap ini juga memaksa Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H harus meliburkan kembali sekolah mulai dari PAUD/TK/SD/SMP Negeri dan Swasta. SPNF dan SKB selama 2 hari, mulai hari Senin hingga hari Selasa besok (16-17 September 2019). Instruksi libur sekolah ini juga berdasakan Surat Edaran Bupati Kubu Raya Nomor.420/1824/DIKBUD/2019 Tentang Libur Terkait Cuaca/Kabut Asap yang masih menyelimuti di daerah itu. Mengingat Instruksi Libur sekolah ini juga pernah di Instruksikan kepada Sekolah untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar, Rabu (11/09/2019).

Dengan kondisi ini, Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H mengatakan, diperpanjangnya libur sekolah bagi peserta didik ini dengan melihat kondisi kabut asap yang belum normal dan tidak sehat, tentunya hal ini sangat membahayakan kesehatan bagi murid-murid di sekolah.

“Sebenarnya meliburkan sekolah ini merupakan keputusan yang berat buat saya selaku Bupati, namun demi menghindari dampak yang tidak baik bagi kesehatan anak-anak yang belum dewasa, karena kondisi ini juga sangat rentan bagi anak-anak kita terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)”, ungkap Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Selain itu, dengan diliburkannya kembali sekolah ini, Bupati Muda mengharapkan peserta didik untuk tetap belajar di rumah, dan orang tua murid harus mampu memberikan pemahaman dan perhatian serta menggantikan peran guru di sekolah.

“Saya juga minta kepada orang tua murid agar dapat memperhatikan kesehatan anaknya di rumah dan di masa libur kabut asap ini, orang tua juga harus mampu memberikan pendidikan dan ilmu pengatahuan kepada anak mereka masing-masing”, Bupati juga menghimbau bagi para pendidik dan tenaga pendidikan di setiap tingkatan agar tetap masuk kerja dengan pengurangan jam kerja, karena tidak ada proses belajar mengajar di sekolah”, imbuhnya.

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00