• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

KPU Tetapkan Cok Hendri Gantikan Hendri Makaluasc, Ini Penjelasannya

15 September
13:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Bola panas terkait perebutan satu jatah kursi DPRD Provinsi Kalbar di Dapil enam Kabupaten Sanggau dan Sekadau terus bergulir. Adalah Cok Hendri Ramapon dan Hendri Makaluasc caleg Partai Gerindra yang bolak-balik ditetapkan sebagai calon Anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih oleh KPU. 

KPU Provinsi Kalbar pada, Kamis (5/9) lalu menetapkan Hendri Makaluasc sebagai calon Anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih. Dasar hukumnya adalah, keputusan KPU Kalimantan Barat Nomor : 48/PL.01.9-Kpt/61/Prov/IX/2019 tentang perubahan atas keputusan KPU Kalimantan Barat Nomor : 44/PL.01.9-Kpt/61/Prov/VIII/2019. Penetapan Hendri Makaluasc dilakukan KPU dengan menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan calon Anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih hasil Pemilu 2019 di Aula Kantor KPU. 

Rapat ini juga menindaklanjuti putusan Bawaslu RI yang menyatakan KPU Provinsi Kalbar terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan pelanggaran administrasi pemilu. 

Ketua KPU Provinsi Kalbar Ramdan mengatakan, penetapan itu sebagai tindaklanjut dari putusan Bawaslu RI. Menurutnya dari putusan tersebut terjadi perubahan yang kemudian merubah pula posisi calon Anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih dari Partai Gerindra.

“Kami menyampaikan ini sebagai tindaklanjut dari keputusan Bawaslu, terkait perbaikan tata cara, artinya proses administrasi,” katanya. 

Ramdan melanjutkan KPU pun melakukan perbaikan yang juga berkaitan dengan putusan MK bahwa ada pelanggaran administrasi. 

“Dari hasil itu peringkat berikutnya adalah Hendri Makaluasc. Ada perubahan suara yang diperoleh dari hasil koreksi perbaikan,” jelas dia. 

Selang beberapa waktu kemudian, KPU RI dalam suratnya tanggal 10 September 2019 dengan nomor : 1937/PY.01-SD/06/KPU/IX/2019 menyatakan bahwa rapat pleno tanggal yang digelar KPU Provinsi Kalbar pada 5 September 2019 bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 154-02-20/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019. 

Kemudian, KPU Provinsi Kalbar pada tanggal 11 September  menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara, kursi dan calon terpilih anggota DPRD Provinsi Kalbar, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 154-02-20/PHPU.DPR-DPRD/XVII/2019 yang menetapkan Cok Hendri Ramapon dengan perolehan suara 6.599 sebagai calon Anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih dari Dapil 6 Kabipaten Sanggau dan Sekadau.

Dalam surat tersebut, KPU RI juga mencabut dan menyatakan tidak berlaku keputusan KPU Provjnsi Kalbar Nomor : 48/PL.01.9-Kpt/61/Prov/IX/2019 tentang perubahan atas keputusan KPU Kalimantan Barat Nomor : 44/PL.01.9-Kpt/61/Prov/VIII/2019. 

Usai ditetapkan sebagai calon Anggota DPRD Provinsi Kalbar terpilih dari Dapil enam Kabupaten Sanggau dan Sekadau, Cok Hendri Ramapon bersyukur. Karena akhirnya KPU mengakui dan melakukan koreksi atas putusan sebelumnya.  

"Alhamdulillah KPU Provinsi Kalbar telah mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi penetapan Hendri Makaluasc karena terdapat kesalahan yang bersifat Substansional yang termuat dalam Keputusan Bawaslu Nomor : 83/LP/PL/ADM/RI/00.00/VIII/2019," kata Cok Hendri melalui Fahrizal Siregar, kuasa hukumnya, Minggu (15/9/2019). 

“Bawaslu dalam keputusannya melebihi dari wewenangnya, karena dalam keputusannya Bawaslu menafsirkan sendiri terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi yang dianggap tidak dapat dipahami, Bayangkan saja Keputusan MK setingkat Undang-Undang bahkan Konstitusi dianggap tidak jelas atau kabur," tambah Fahrizal Siregar. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00