• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan & Kebudayaan

Muda Ajak Pengelola Pendidikan Islam Tancapkan Imajinasi Karakter yang Kokoh Bagi Anak-anak Didik

31 August
19:41 2019
1 Votes (5)

KBRN, Kubu Raya: Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui berbagai lembaga pendidikan Islam, konsisten menancapkan mimpi yang kokoh kepada generasi muda di daerah ini, agar dapat melahirkan generasi Islami yang dapat menjaga dan merawat peradaban di masa yang akan datang.

Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat generasi di daerah ini sehingga dapat menciptakan generasi Islam yang Qur’ani.

“Mari kita bersama-sama berdo’a, menancapkan mimpi semua ini dan kita harus berusaha dengan apa yang dilakukan ini. Tentunya dalam memulai sesuatu itu haruslah dari hal yang paling kecil dan sederhana. Insya Allah, dengan cara kita yang benar-benar yakin kalau sesuatu yang kita lakukan ini bermanfaat dan kita tancapkan dengan kokoh maka Allah akan memberikan kita jalan kemudahan”, tegas Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H saat meresmikan Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) An-Naajiyah Jalan Parit Bugis Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya, Sabtu (31/08/2019).

Bupati Muda menceritakan, dulu LPIT An-Naajiyah ini sungguh luar biasa dan saat ini perjalanannya dengan kekuatan niat dan tekad yang kuat untuk menjaga dan merawat generasi anak-anak di Kubu Raya ini. Tentunya dengan adanya keluarga-keluarga, karena ini dimulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Taman Kanak-Kanak (TK) Pendidikan Madrasah Ibtidaiyyah (SD) dan di sini juga adanya penitipan anak, tentunya ini semua merupakan lembaga yang banyak dibutuhkan saat ini.

“Apa yang dilakukan AN-Naajiyah ini sebetulnya bagi saya sebagai Bupati, Alhamdulillah energinya sejak dulu sudah terhubung dengan baik dan ini juga merupakan tekad saya dulu saat saya menjadi Notaris dan semua lembaga-lembaga sosial, apalagi lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan. Dan saya tidak memandang dari mana dan semuanya sudah saya pesankan kepada staf saya, bahwa untuk lembaga sosial, lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan ini semua saya anggap sebagai bagian daripada ibadah saya. Makanya meskipun saya tidak bertemu dengan pimpinannya, namun niat bisa sampai dalam memberikan kemudahan untuk semua lembaga-lembaga, termasuk koperasi, lembaga pertanian, perikanan dan semuanya”, ungkapnya.

Bupati menuturkan, LPIT An-Naajiyah dengan energi yang ada saat ini sudah sangat luar biasa, bahkan lembaga ini sudah menjadi bagian penting bagi dirinya dan kedepannya akan di kawal langsung dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Selain itu Bupati juga mengapresiasi kepada warga yang berada di Parit Bugis ini, karena dengan adanya kolaborasi dengan baik dan solid dari warga sekitar sehingga lembaga ini diberikan kemudahan dalam proses terbentuk dan berdiriannya LPIT An-Naajiyah ini.

“Mudah-mudahan LPIT An-Naajiyah ini bisa menjadi mitra bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menjaga anak-anak kita di sini dan sekitarnya bahkan ini akan menjadi inpirasi bagi TK-TK dan LPIT lainnya yang ada, karena ini merupakan Sekolah Islam TK terpadu, tentunya hal ini bagi kami merupakan sebuah keterpaduan ini adalah Intergreted, karena di sini juga bagaimana dapat menghasilkan Tahfidz Qur’an yang berkualitas dan memiliki karakter yang unggul, Karena pada prinsipnya untuk saat ini yang paling nomor satu adalah bagaimana karakter dan telenta para generasi kita kedepannya bisa unggul dan memberikan kontribusi bagi republik ini.

Di tempat yang sama, Ketua LPIT AN-Naajiyah Totok Nur Arifianto menceritakan, dulu sebelum adanya LPIT An-Naajiyah ini pihaknya sudah exis dengan LPIT Al-Hidayah yang berkolasi di Sungai Adong Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya dengan Akte Notaris nomor 6 tanggal 13 Juli tahun 2006 dan semua ini free (gratis) yang diberikan Pak Muda yang saat itu masih menjadi Notaris, mengingat saat itu juga Kabupaten Kubu Raya belum dimekarkan dari Kabupaten Mempawah.

“Saat ini kami memiliki program baru yaitu An-Naajiyah peduli yang mana program ini lebih dikonsentrasikan dengan tugas atau kerja sosial dalam menyalurkan bantuan dari para donatur berupa program bantuan untuk anak asuh, atau kami sebut dengan program orang tua asuh. Alhamdullillah, dari tahun 2005 sampai sekarang sudah terdapat ratusan alumni yang kita berikan bantuan, Untuk tahun 2019 ini jumlah anak asuh kami sebanyak 90 anak yang di mulai dari TK, SD, SMP dan ada beberapa anak yang sudah kuliah dan bantuan ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak itu sendiri”,  ungkap Ketua LPIT AN-Naajiyah Totok Nur Arifianto.

Totok memaparkan, pada tahun 2010 pihaknya mulai hijrah ke Parit Bugis ini karena waktu ingin mendirikan SD di Sungai Adong Desa Kuala Dua mendapatkan sedikit penolakan dari sekolah terdekat dan mengontrak bangunan selama 4 tahun dan pada tahun 2014, dengan swadaya donatur dan warga sekitar pihaknya bisa menempati bangunan yang saat ini menjadi pusat LPIT An-Naajiyah.

“Untuk LPIT An-Naajiya ini memiliki akte notaris nomor 1 tanggal 4 Juli 2011 atas nama Eka Saputro, S.E dan pembuatannya juga gratis. Karena dulu akte notarisnya digratiskan sama pak Muda dan waktu pembuatan akte notaris pada tahun 2011 ini pun digratiskan sama notarisnya yang beralamat di Jalan Ahmad Yani II, jadi kebaikkan yang diberikan pak Muda ini juga di ikuti sama notaris lainnya. Alhamdulillah, kebaikkan pak Muda di ikuti yang lainnya, semoga apa yang telah dilakukan dan dijalankan oleh pak Muda ini, diberikan keringan oleh Allah, sehingga dalam perjalanannya Kubu Raya mampu mewujudkan Visi yang Bahagia, Bermartabat, Terdepan, Berkualitas dan Relegius. Aamiin, Ya Rabbal ‘Aalamiin”, pungkasnya.

Kegiatan yang dihadiri ratusan orang tua murid ini juga di hadiri Asisten II Pemkab Kubu Raya Lugito dan puluhan warga jalan Parit Bugis Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya.

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00