• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan & Kebudayaan

Bupati Muda: Pembangunan Kubu Raya Harus Bersandar Pada Jeritan Nurani dan Keinginan Masyarakat.

15 April
18:55 2019
0 Votes (0)

KBRN, Kubu Raya: Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) terus berusaha mempercepat semua sektor pembangunan dengan mengutamakan keinginan masyarakat dan menata kembali program-program yang sifatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH mengatakan, pembangunan Kubu Raya haruslah bersandarkan pada jeritan nurani dan keinginan dari masyarakat, sehingga bisa mendarat dan fokus pada sasarannya.

"Perjalanan Kubu Raya pada bulan Juli nanti sudah 12 tahun, dan sejarah perjalanan Kubu Raya tentulah ada dinamika, ada pasang surut dan gelombangnya, dan perjalanan ini tentunya sesuatu yang perlu menjadi pelajaran bagi kita semua”, ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH saat menyampaikan sambutannya pada pelantikan Sekda Kubu Raya di Ruang Praja Aula Kantor Bupati, Senin (15/04/2019).

Bupati mengatakan, Kubu Raya dibentuk dengan betul-betul merupakan sebuah Perjuangan yang legitimasinya dari rakyat dan betul-betul diperjuangkan murni dari elemen masyarakat bawah.

“Bahkan ketika itu saya menggagasnya dan bekerjasama dengan saudara Wakil Bupati Sujiwo, SE yang saat itu sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah dan masyarakat mendorong dan membentuk Tim Pemekaran dan Forum Desa (Forum Kepala Desa), jadi Kubu Raya ini merupakan Forum yang legitimasinya betul-betul dari forum Kepala Desa”, paparnya.

Bupati Muda menyatakan, masyarakat berharap sangat besar terhadap kepemimpinan daerah dan seluruh perangkat daerah. Karena itu, arah dan sasaran pembangunan harus jelas dan terukur. Langkah dan kebijakan, menurut dia, harus dilakukan dengan bersandarkan kepada aspirasi masyarakat yang berharap keadilan. 

“Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  harus mampu membawa langkah untuk mengkoordinasikan kerja-kerja nyata dan tidak hanya formalitas. Rakyat tidak membutuhkan langkah-langkah formalitas dan sekadar gagah-gagahan. Rakyat itu membutuhkan yang bisa dirasakan sehingga kita harus menyasar dan mendarat langsung kepada problem yang ada,” tuturnya. 

Bupati Muda mengingatkan di era digital dan disrupsi yang serba cepat saat ini menghasilkan sejumlah masalah yang juga cepat. Karena itu, dibutuhkan respons yang cepat pula. Jika masalah direspons hanya dengan tataran formalistik, maka yang akan terjadi adalah disorientasi. 

“Justru bukan nilai tambah yang terjadi melainkan nilai kerusakan dan yang jauh dari keadilan. Pemerintahan dilakukan dalam rangka membuka peluang-peluang dan ruang kepada masyarakat,” imbuhnya. 

Bupati menegaskan, aparatur pemerintah daerah untuk fokus pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Bukan malah sibuk pada urusan-urusan birokrasi sendiri. Pemerintah, sebutnya, tidak boleh hanya sibuk dan lebih banyak melayani birokrasi sendiri.

“Pemerintah dan birokrasi itu mutlak ada dan diberi kewenangan untuk dipergunakan bagi melayani dan membuka peluang-peluang bagi masyarakat yang dipimpin,” pesannya. 

Bupati Muda memaparkan, pelantikan Sekretaris Daerah definitif menjadi momentum untuk mulai berbenah. Bersama-sama fokus melakukan langkah-langkah yang tepat agar hasilnya nyata di semua sektor dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Sebagai wajah depan Kalimantan Barat dan hinterland penyangga ibu kota provinsi, Bupati Muda menyatakan Kubu Raya wajib dirawat agar masyarakatnya produktif. 

“Beban sekarang 604 ribu jiwa. Begitu cepat pertambahan dan pergeseran penduduk di Kubu Raya dengan 162 ribu rumah tangga. Nah, rumah tangga inilah yang harus diurus. Rakyat tidak menuntut banyak, yang penting cukup pangan, gizi, pendidikan, kesehatan, tumbuh kembang yang baik, kehidupan sosial yang baik, ibadah, dan seterusnya. Itulah suasana tenang yang diharapkan,” imbuhnya. 

Bupati Muda mengajak semua pemangku kepentingan daerah untuk bersinergi. Semua pihak, menurut dia, harus berpikiran besar yaitu berorientasi pada kepentingan dan hajat hidup masyarakat. Ia menilai eksistensi pemerintah dan birokrasi bukan pada pangkat dan jabatan, melainkan pada kepercayaan masyarakat. Karena menurutnya fungsi pemerintah bukan hanya sekadar mengurus.

“Yang dibutuhkan dari pemimpin itu adalah menggerakkan, menginspirasi, dan mendorong supaya semua kekuatan bisa maksimal untuk bersama menyerang masalah-masalah yang ada. Agar semuanya bisa mendapatkan hak-haknya sesuai amanat konstitusi,” pungkasnya.

  • Tentang Penulis

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

  • Tentang Editor

    Rino Kartono Mawardi

    1. Perjuangan Tanpa Pengorbanan adalah Omong Kosong dan Perjuangan Tanpa Do'a Merupakan Suatu Kesombongan...

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00