• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sujiwo: Pemimpin yang Bijak, Cerdas dan Pro Rakyat Selalu Mikirkan Kepentingan Mayoritas Masyarakat

12 August
22:35 2017
0 Votes (0)

KBRN, Kubu Raya: Seorang Tokoh Masyarakat Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Sujiwo menilai, keberhasilan suatu pembangunan di daerah tergantung pada kebijakkan yang dilakukan oleh pemimpin daerah dalam hal ini seorang Bupati dan Wakil Bupati. Mengingat selama ini ada seorang pemimpin yang belum terlalu memikirkan apa yang diinginkan oleh masyarakatnya.

“Sebagai warga Kubu Raya, tentunya saya sangat menyayangkan jika ada seorang pemimpin yang belum mengetahui apa yang diinginkan oleh masyarakatnya. Tentunya kondisi ini akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri bahkan saat ini banyak masyarakat yang mengkritisi kepemimpinan Bupati Rusman Ali yang hanya memfokuskan pembangunan infrastruktur, terutama jalan Skunder C yang disana tidak ada rumah penduduk”, ungkap seorang tokoh masyatakat Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Sabtu (12/08/2017).

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kubu Raya ini tentunya mengetahui betul kondisi daerah itu sejak dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD. Bahkan sejak 5 tahun duduk di kursi DPRD pada priode 2009-2014, dirinya juga selalu memantau dan memberikan masukan kepada Bupati pada saat itu.

“Pada saat saya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kubu Raya pertama pada tahun 2009 sampai 2014 lalu, saya bersama pak Muda Mahendrawan yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kubu Raya pertama, saya selalu memberikan masukan kepada pak Muda terkait pembangunan yang akan dilakukan pasa saat itu”, tuturnya.

Sujiwo menambahkan, saat ini Kabupaten Kubu Raya memerlukan sosok pemimpin yang memiliki pemikiran bijak, cerdas dan pro rakyat agar semua pembangunan yang dilakukan semata-mata untuk mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian masyarakat, bukan menyengsarakan rakyat.

“Jujur, kepemimpinan Bupati saat ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kepemimpinan Bupati Muda Mahendrawan. Yang mana pada saat itu, masyarakat miskin masih menikmati pengobatan gratis, anak sekolah masih mendapatkan seragam gratis, dan bahkan gebrakan pak Muda dengan program beras lokalnya dapat memberikan kesejahteraan bagi para petani kita”, paparnya.

Pria yang juga pernah menjabat kebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kubu Raya ini menjelaskan, seorang pemimpin dalam hal ini Bupati, tentunya dia harus mengetahui, kalau mayoritas masyarakat Kubu Raya ini adalah petani. Tentunya anggaran yang dikeluarkan haruslah untuk kebutuhan petani, mengingat 70 persen masyarakat Kubu Raya berpenghasilan sebagai petani.

“Saat ini banyak petani kita yang mengeluhkan minimnya bantuan dari Pemerintah Daerah dalam meningkatkan hasil produksi petanian di daerah ini. Tentunya kondisi ini menjadi terbalik jika dibandingkan dengan kepemimpinan pak Muda Mahendrawan. Yang mana saat itu para petani kita yang tersebar di 9 Kecamatan ini selalu mendapatkan berbagai bentuan, baik itu pupuk, benih padi unggul, Alsintan dan bahkan hasil dari para petani ini diperjual belikan di sejumlah Supermarket yang ada di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya", jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang warga Kubu Raya Ismutiar yang menilai saat ini warga Kubu Raya belum membutuhkan pembangunan jalan Skunder C yang di sana tidak ada rumah penduduknya, bahkan pembangunan jalan yang menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kubu Raya sebesar ratusan miliar itu tentunya belum seharusnya dibangun.

“Kalau saya melihat saat ini, Bupati kita selalu membangga-banggakan pembangunan jalan skunder C yang berada tepat di depan Kantor Bupati Kubu Raya. Coba kalau dia mengetahui jeritan masyarakatnya, tentunya dia akan memikirkan kepentingan masyarakat banyak”, jelas Ismutiar.

Pria yang kesehariannya sebagai petani ini mempertanyakan, kenapa jalan skunder C yang tidak ada rumah penduduknya ini masih saja dilakukan pembangunannya, bahkan Pemerintah Daerah telah mengganggarkan pembangunan jalan Skunder C dengan anggaran Rp.4,7 Miliar.

“Saat ini, saya banyak mendengar dari teman-teman saya, kalau Pemda Kubu Raya akan kembali membangun jalan Skunder C. Kalau saya nilai, sebaiknya anggaran yang Rp.4,7 miliar itu dialihkan untuk kebutuhan petani seperti saya ini. Kalau musim kemarau beberapa waktu lalu lahan pertanian kami mengalami kekeringan bahkan hama tikus juga merusak lahan kami. Tapi Pemerintah Daerah selalu menutup mata akan hal ini, dan hanya bisa menjanjikan saja”, kesalnya.

Warga Desa Kapur ini juga mempertanyakan, kenapa sudah mau menjelang Pemilihan Kepala Daerah jalan di Desa nya baru dibangun. Padahal sudah hampir 4 tahun masyarakat di Desa Kapur itu kesulitan untuk melakukan aktiviitasnya sehari-hari karena kondisi jalan yang rusak parah.

“Saya heran dengan Bupati kita saat ini, dulu kemana aja ketika masyarakat sangat memerlukan pembangunan dan perbaikkan jalan Desa Kapur yang kondisinya sangat rusak parah sekali, bahkan hampir setiap hari ada saja masyarakat yang jatuh dan bahkan kecelakaan ketika melewati jalan itu. Sudah mau menjelang Pilkada aja, dia mulai menunjukkan kebaikkan dan perhatiannya kepada masyarakat untuk membangun dan memperbaiki jalan Desa Kapur”, jelasnya.

Kekesalan Ismutiar ini juga dirasakan oleh seorang pemilik toko kelontong di Desa Kapur Lusiana. Lusiana menceritakan, kalau musim kemarau, banyak debu yang bertaburan di sepanjang jalan ini, tentunya akan merusak semua barang yang dijualnya. padahal jalan ini merupakan satu-satunya jalan untuk menuju Kota Pontianak dan bahkan jalan ini merupakan perbatasan antara Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya.

“Kalau musim kemarau tiba, pasti barang dagangan saya banyak diselimuti debu, bahkan sampai tidak laku sama sekali. Apalagi kalau musim hujan banyak lubang yang tertutup air, sehingga banyak kendaraan masyarakat yang terperosok di jalan ini, bahkan ada yang kecelakaan sampai mengalami patah tulang. Seharusnya Bupati harus melindungi masyatakatnya bukan mensengsarakan masyarakatnya”, pungkasnya. (Rino Kartono Mawardi/RRI Pontianak).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00