• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pencegahan Stunting Melibatkan Banyak Pihak

26 February
15:28 2020

KBRN, Pekanbaru : Aanya anak penderita stunting di Provinsi Riau, pada 2019 lalu berjumlah 16.275 perlu ditangani semua pihak. Pasalnya persoalan stunting bukan hanya tugas dinas kesehatan namun juga instansi lain yang bertanggungjawab.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (26/2/2020).

Dia mengatakan persoalan stunting yang bisa diatasi dinas kesehatan hanya pada ranah intervensi perilaku hidup sehat atau hanya 30 persen dari upaya pencegahan yang bisa dilakukan, sementara 70 persen lagi merupakan tanggungjawab instansi terkait lainnya.

"Seperti asupan gizi, tentunyua juga harus dilihat latar belakang ekonomi keluarga, jika ekonominya tidak bagus maka kemungkinan bisa memenuhi keperluan gizi rendah, yang merupakan ranah dinas sosial untuk dapat memperhatikan masyarakat yang tidak mampu," katanya.

Selain itu, masalah sanitasi juga harus dijaga yang harus memadai dan menjadi ranah dinas PUPR sedangkan dari sisi kesehatan reproduksi menjadi tanggungjawab BKKBN. Bahkan Kemenag juga berperan memberikan edukasi dalam kursus pranikah dan memberikan bimbingan sebelum berumah tangga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, Asril mengakui pemerintah menetapkan Pelalawan sebagai salah satu daerah lokus pencegahan stunting tahun ini.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan para pihak lainnya dalam mencegah stunting, karena keterlibatan pihak lain tersebut merupakan wajib," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya dalam kurun waktu satu tahun  yakni pada 2019, jumlah anak penderita gizi buruk atau stunting mencapai 16.275 orang di Riau. Dari 12 kabupaten/kota di Riau, daerah yang paling banyak anak penderita stunting yakni Kabupaten Kampar. (TS)

00:00:00 / 00:00:00